Plastic Reborn 2.0 Kelola 200 Ton Lebih Sampah Plastik melalui Kolaborasi Startup
Rabu, 07 Oktober 2020 - 13:34 WIB
loading...
A
A
A
Hal senada disampaikan Founder & General Manager Clean Up Indonesia Iqra Putra Sanur.
“Fitur "Mixed Waste" adalah salah satu hasil dari program pendampingan akselerasi bisnis "Plastic Reborn 2.0" bersama para ahli. Saat ini kami telah memperbarui model bisnis perusahaan melalui kemitraan bersama MallSampah dan Gringgo yang salah satunya memanfaatkan pengembangan kapasitas bisnis dengan orientasi teknologi yang berdampak terhadap pertumbuhan usaha Clean Up,” urainya.
Sementara itu CEO & Co-Founder Gringgo Febriadi Pratama mengungkapkan, pendampingan program "Plastic Reborn 2.0" sangat mendukung layanan dan kapasitas usaha Gringgo.
(Baca Juga: Sirkulasi Udara Baik Bikin Nyaman Aktivitas di Rumah saat Pandemi )
"Bersama Clean Up, kami mengembangkan dukungan operasional Clean Up secara digital melalui “Smart Waste Platform”. Platform online ini dapat membantu menciptakan transparansi dan efektivitas yang lebih baik bagi para pekerja sampah. Harapan kami model ini dapat diaplikasikan di wilayah lain di Indonesia. Melalui Clean Up, kini Gringgo telah memperluas operasional melalui pengembangan data di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan," bebernya.
Berdasarkan hasil yang dicapai melalui program ini, para startup terpilih dapat meningkatkan kapabilitas mereka dalam mengelola sampah plastik rata-rata 81% dengan total 712 ton atau 21 ton setiap bulan.
“Fitur "Mixed Waste" adalah salah satu hasil dari program pendampingan akselerasi bisnis "Plastic Reborn 2.0" bersama para ahli. Saat ini kami telah memperbarui model bisnis perusahaan melalui kemitraan bersama MallSampah dan Gringgo yang salah satunya memanfaatkan pengembangan kapasitas bisnis dengan orientasi teknologi yang berdampak terhadap pertumbuhan usaha Clean Up,” urainya.
Sementara itu CEO & Co-Founder Gringgo Febriadi Pratama mengungkapkan, pendampingan program "Plastic Reborn 2.0" sangat mendukung layanan dan kapasitas usaha Gringgo.
(Baca Juga: Sirkulasi Udara Baik Bikin Nyaman Aktivitas di Rumah saat Pandemi )
"Bersama Clean Up, kami mengembangkan dukungan operasional Clean Up secara digital melalui “Smart Waste Platform”. Platform online ini dapat membantu menciptakan transparansi dan efektivitas yang lebih baik bagi para pekerja sampah. Harapan kami model ini dapat diaplikasikan di wilayah lain di Indonesia. Melalui Clean Up, kini Gringgo telah memperluas operasional melalui pengembangan data di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan," bebernya.
Berdasarkan hasil yang dicapai melalui program ini, para startup terpilih dapat meningkatkan kapabilitas mereka dalam mengelola sampah plastik rata-rata 81% dengan total 712 ton atau 21 ton setiap bulan.
(tsa)
Lihat Juga :