Perempuan Rentan Osteoporosis, Termasuk Usia Muda

loading...
Perempuan Rentan Osteoporosis, Termasuk Usia Muda
Osteoporosis sering kali dikaitkan dengan orang-orang berusia lanjut, namun nyatanya penyakit ini bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia muda sekalipun. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Proses osteoporosisberlangsung dalam jangka panjang sehingga penderitanya terkadang tidak menyadarinya sampai kerusakan benar-benar terjadi.

Osteoporosis seringkali dikaitkan dengan orang-orang berusia lanjut, namun nyatanya bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia muda sekalipun. (Baca juga: Meluruskan Mitos Seputar Osteoporosis)

Studi yang dilakukan para Pakar di Indonesia tentang Relevansi Kalsium dan Vitamin D untuk mendukung kesehatan Tulang memperkuat fakta bahwa sangat penting untuk mencegah Osteoporosis sejak usia muda. Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, Ketua Peneliti Studi tersebut sekaligus Pakar Gizi Medik FKUI-RSCM menjelaskan, perempuan banyak mengalami fase dalam kehidupannya.

“Di setiap fase ini, kepadatan tulang dapat berkurang dan puncaknya saat seorang perempuan memasuki fase menopause, dimana kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium akan berkurang karena sudah tidak menghasilkan hormon esterogen,” kata dokter yang sering disapa Tati ini.



Oleh karena itu, sesuai dengan kampanye 3 S, yakni S yang pertama, kini saatnya bagi perempuan Indonesia untuk menjaga kesehatan tulang sejak dini. Namun sayangnya, kandungan nutrisi di Indonesia pada umumnya mengandung kalsium dan vitamin D dalam level rendah, padahal nutrisi yang cukup dan pola hidup yang sehat merupakan langkah penting (S kedua) untuk mencegah Osteoporosis.

Prof. Tati menekankan bahwa kalsium dan vitamin D bekerja secara sinergis untuk meningkatkan kesehatan tulang dalam jangka panjang. Ia menjelaskan, vitamin D terlibat dalam penyerapan kalsium di usus halus. Tanpa asupan vitamin D yang cukup, bisa jadi penyerapan kalsium tidak maksimal.

Vitamin D kemudian lebih mengoptimalkan dan menjaga kepadatan mineral tulang atau Bone Mineral Density (BMD), dan meningkatkan kekuatan otot. Dengan demikian, sesuai dengan S yang ke 3, perempuan Indonesia dianjurkan untuk mengkonsumsi suplementasi yang mengandung Kalsium dan vitamin D tersebut.



“Suplementasi dalam proporsi yang memadai dapat mendukung hasil positif dalam kesehatan tulang. Literatur saat ini telah dengan jelas menunjukkan manfaat kalsium, vitamin D, dan kombinasi suplemen kalsium-vitamin D dalam memenuhi kesenjangan kebutuhan sehari-hari,” jelas Prof. Tati. (Baca juga: Sakit Lambung, Anang Hermansyah Berhasil Jalani Operasi di Bali)

Suplementasi kalsium harus selalu diperhatikan terutama untuk anak-anak, remaja, wanita hamil dan lanjut usia. Mengingat secara keseluruhan, kesadaran untuk menjaga kalsium tubuh pada masyarakat Indonesia masih rendah.
(tdy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top