Pentingnya Menggunakan Masker dengan Benar untuk Cegah Covid-19
Rabu, 04 November 2020 - 04:54 WIB
loading...
Banyak orang tanpa gejala (OTG) yang tidak menyadari bahwa dia positif Covid-19, dan ini berpotensi menulari orang lain. / Foto: Ilustrasi/SINDO/Eko Purwanto
A
A
A
JAKARTA - Meningkatkan kewaspadaan di masa pandemi Covid-19 perlu dilakukan karena kita sudah mulai beraktivitas di era new normal. Sementara, banyak orang tanpa gejala (OTG) yang tidak menyadari bahwa dia positif Covid-19, dan ini berpotensi menulari orang lain.
(Baca juga: Kenali dan Jangan Remehkan Gejala Long Covid )
Section Head of Claim Sequis, dr Yosef Fransiscus mengatakan bahwa satu tetesan (droplet) cairan sudah dapat menyebabkan orang terkena Covid-19. Oleh sebab itu, saat berada di ruang publik, kita wajib menjaga jarak minimal 1,5 meter dan menggunakan masker serta rajin mencuci tangan.
Imbauan menggunakan masker tengah digalakkan di era new normal . Hal ini dapat kita temukan di berbagai area publik, seperti pasar, pusat perbelanjaan, instansi pemerintah, pusat bisnis, dan perkantoran. "Masker medis/bedah dan masker N95 dapat digunakan oleh tenaga medis. Sedangkan masyarakat biasa dapat menggunakan maskerkain berlapis," sebut dr. Yosef dalam keterangan resminya, Selasa (3/11).
Meski masker kain tidak seefektif masker medis atau masker N95, tetapi jika masker kain dipakai dengan benar dapat membantu mencegah penularan virus. Masker kain yang disarankan adalah masker kain yang memiliki 2 lapis dan bisa ditambahkan kain lapisan lagi dengan bahan yang nyaman saat digunakan termasuk tali pengikatnya tidak longgar juga tidak ketat. Pastikan juga masker menutup bagian mulut, hidung, dan dagu.
"Masker harus digunakan dengan benar karena masker mudah bergerak saat berbicara. Pun bagian dalam masker bisa basah terkena saliva (ludah), keringat, kotoran atau cairan saat minum atau makan. Cucilah tangan setelah dan sebelum memperbaiki posisi masker," ucap dr Yosef.
Dia menuturkan, masker pun harus sering diganti setidaknya 4 jam sekali karena kandungan bahan masker kain dapat menyerap droplet dan meningkatkan risiko virus masuk ke dalam tubuh. "Lepas masker dari tali pengait atau pengikatnya jangan pada bagian tengah yang menyentuh hidung atau mulut," kata dr. Yosef.
(Baca juga: Kenali dan Jangan Remehkan Gejala Long Covid )
Section Head of Claim Sequis, dr Yosef Fransiscus mengatakan bahwa satu tetesan (droplet) cairan sudah dapat menyebabkan orang terkena Covid-19. Oleh sebab itu, saat berada di ruang publik, kita wajib menjaga jarak minimal 1,5 meter dan menggunakan masker serta rajin mencuci tangan.
Imbauan menggunakan masker tengah digalakkan di era new normal . Hal ini dapat kita temukan di berbagai area publik, seperti pasar, pusat perbelanjaan, instansi pemerintah, pusat bisnis, dan perkantoran. "Masker medis/bedah dan masker N95 dapat digunakan oleh tenaga medis. Sedangkan masyarakat biasa dapat menggunakan maskerkain berlapis," sebut dr. Yosef dalam keterangan resminya, Selasa (3/11).
Meski masker kain tidak seefektif masker medis atau masker N95, tetapi jika masker kain dipakai dengan benar dapat membantu mencegah penularan virus. Masker kain yang disarankan adalah masker kain yang memiliki 2 lapis dan bisa ditambahkan kain lapisan lagi dengan bahan yang nyaman saat digunakan termasuk tali pengikatnya tidak longgar juga tidak ketat. Pastikan juga masker menutup bagian mulut, hidung, dan dagu.
"Masker harus digunakan dengan benar karena masker mudah bergerak saat berbicara. Pun bagian dalam masker bisa basah terkena saliva (ludah), keringat, kotoran atau cairan saat minum atau makan. Cucilah tangan setelah dan sebelum memperbaiki posisi masker," ucap dr Yosef.
Dia menuturkan, masker pun harus sering diganti setidaknya 4 jam sekali karena kandungan bahan masker kain dapat menyerap droplet dan meningkatkan risiko virus masuk ke dalam tubuh. "Lepas masker dari tali pengait atau pengikatnya jangan pada bagian tengah yang menyentuh hidung atau mulut," kata dr. Yosef.
Lihat Juga :