Pandemi Tingkatkan Keinginan Seseorang dalam Temukan Cinta

loading...
Pandemi Tingkatkan Keinginan Seseorang dalam Temukan Cinta
Tren baru lain yang muncul selama pandemi Covid-10 adalah lazimnya metode berkencan secara virtual. / Foto: Ilustrasi/Pittsburgh Post-Gazette
A+ A-
JAKARTA - Perusahaan kencan di Asia, Lunch Actually merilis hasil Annual Singles Dating Survey 2020 yang melibatkan lebih dari 3.500 singles di Indonesia, Singapura, Malaysia, Hongkong, Thailand. Hasil survei ini menyampaikan temuan seputar dampak pandemi Covid-19 terhadap para singles dalam menentukan cara berkencan, perubahan pola pikir maupun ekspektasi mereka terhadap potensi teman kencan hingga temuan akan masa depan berkencan.

(Baca juga: Diduga Alami Pelecehan, Aurelia JKT48 Dapat Support Member Lain agar Tak Trauma)

"Sepanjang tahun ini, banyak sekali hal-hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagian besar singles di negara yang kami survei, mereka telah mematuhi berbagai perintah pembatasan mobilisasi yang mencegah mereka untuk berkencan dan bertemu orang baru. Namun, hasil survei kami juga menunjukkan bahwa pandemi telah meningkatkan keinginan mereka dalam menemukan cinta karena kondisi ini membuat mereka menyadari pentingnya memiliki pasangan dalam hidup," kata CEO dan Co-Founder Lunch Actually Group, Violet Lim dalam Virtual Press Conference, belum lama ini.

Dia menuturkan, perubahan yang terjadi dalam berkencan selama pandemi antara lain, 23% singles di Indonesia merasa semakin masifnya profil palsu yang beredar di aplikasi kencan. Selain itu, 1 dari 2 singles juga pernah bertemu atau mengalami kasus scamming. Meskipun kasus ini selalu ada, bahkan sebelum pandemi, nyatanya penggunaan aplikasi kencan terus meningkat dengan 44% singles yang menyatakan pertama kali menggunakan aplikasi kencan di tahun ini.



Tren baru lain yang muncul adalah lazimnya metode berkencan secara virtual (via video call). Para singles setuju bahwa virtual dating atau video datingmerupakan alternatif bagus untuk berkencan di masa mendatang. Hal ini diperkuat dengan 56% singles yang menyatakan mereka telah mencoba video dating dan bersedia untuk melakukan kencan melalui metode tersebut.

"Terlepas dari tantangan berkencan yang muncul karena pandemi, kami juga menyadari fenomena ini menciptakan peluang atau alternatif baru yang pada akhirnya membantu singles dalam mencari pasangan, seperti video dating," ungkap Violet.

Sementara itu, Psikolog Klinis Dewasa, Rebeka Pinaima, M.Psi. memaparkan temuan yang menarik yang dialami para kliennya mengenai berkencan selama masa pandemi, yakni tingginya kebutuhan untuk menjalin komunikasi yang berkualitas seperti percakapan mendalam dan bukan sekadar small talk dengan teman kencan onlinenya.



(Baca juga: Unggah Foto Lawas dengan Mantan Band, Ari Lasso: Dewa 19 Pahlawanku)

"Ketika para singles tidak lagi memiliki kemewahan untuk berkencan secara offline, penampilan teman kencan online pun bukan menjadi prioritas utama namun bergeser pada bagaimana seseorang bisa merasa nyaman dan nyambung membicarakan berbagai topik. Dengan kata lain, companionship menjadi hal sangat penting ketika orang merindukan dan menginginkan untuk merasa terhubung secara emosional dengan orang lain dibandingkan hanya secara fisik maupun ketertarikan seksual," tutur Rebeka.
(nug)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top