Langkah Tepat Tangani Aneurisma Aorta dengan Operasi Bentall

Minggu, 15 November 2020 - 15:40 WIB
loading...
Langkah Tepat Tangani...
Salah satu gejala aneurisma aorta adalah sakit dada. Foto Ilustrasi/Freepik
A A A
JAKARTA - Aneurisma aorta telah menyebabkan 9.923 kematian pada 2018 dan sekitar 58% kematian karena aneurisme aorta atau diseksi aorta terjadi pada pria. Sementara NCBI (National Center for Biotechnology Information) melaporkan bahwa insidens terjadinya diseksi aorta adalah 5-30 kasus per satu juta orang, dengan rentang usia 40-70 tahun.

Aorta adalah bagian terbesar dari pembuluh darah arteri yang memanjang dari jantung hingga ke perut bawah.

Dokter Sub-Spesialis IntervensibKardiologi dan Vaskular Heartology dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), PhD menjelaskan, robeknya aorta bisa terjadi secara tiba-tiba (akut) dan tidak menimbulkan gejala. Tetapi, bila dalam dua hingga tiga jam tidak segera dioperasi, penderita akan meninggal.

(Baca Juga: Orang yang Kurang Tidur Sangat Rentan Alami Kecemasan )

“Diseksi aorta dan aneurisma aorta tidak dapat dibedakan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik, sehingga pemeriksaan penunjang seperti CT scan sangat diperlukan,” ucap dr. Suko dalam webinar bertema "Operasi Bentall", belum lama ini.

Faktor penyebab diseksi aorta antara lain riwayat keluarga, hipertensi, naiknya tekanan darah secara mendadak, riwayat aneurisme aorta, artherosklerosis, ataupun kelainan genetik (sindroma Marfan). “Penyebab lain adalah kurangnya awareness baik dari pasien maupun masyarakat pada umumnya, juga dari petugas kesehatan karena diagnosisnya tidak terlalu mudah,” terang dr. Suko.

Menurutnya, diagnosis tidak terlalu mudah karena gejala bisa berbeda-beda, mengingat letak pembuluh darah ada di dada, perut, sehingga gejala bisa bervariasi dan diagnosis jadi tidak mudah. “Namun umumnya gejala adalah sakit dada. Kalau robeknya pembuluh darah di belakang akan nyeri punggung. Bisa juga nyeri tiba-tiba pindah, pingsan, serangan jantung, sampai gagal ginjal,” ungkap dr. Suko.

Untuk penanganan gangguan aorta, ada beberapa cara yaitu dengan obat-obatan, endovaskar, atau dengan tindakan hybrid. Dan, dalam kondisi tertentu bisa saja dilakukan operasi bentall yang diketahui sebagai operasi tersulit di dunia.

Dokter Sub Spesialisasi Bedah Thoraks dan Kardiovaskular Heartology Dr. Dicky Aligheri Wartono mengatakan, seluruh proses operasi memakan waktu hingga delapan jam di mana pascaoperasi, tim dokter masih harus memperhatikan pasien dengan sangat cermat. Sebab, risiko pendarahan atau stroke atau hal-hal lain akibat proses pembekuan tadi bisa muncul setelah operasi.

(Baca Juga: Manfaat Kesehatan dari Melakukan Push-up Tiap Hari )

“Operasi bentall, seperti operasi aorta lain, termasuk salah satu operasi tersulit di dunia sehingga memerlukan banyak persiapan. Keahlian tim dokter, tim pendukung, dan ketersediaan tehnologi merupakan kunci keberhasilan operasi bentall. Heartology Cardiovascular Center memiliki kemampuan untuk melakukan operasi bentall dan penggantian hemiarch, karena adanya perpaduan tim medis dengan teknologi mutakhir,” tutup dr. Dicky.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
5 Manfaat Kopi yang...
5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Nunung Tekankan Pentingnya...
Nunung Tekankan Pentingnya Perawatan Alami untuk Kesehatan Tubuh dan Benjolan
Gaya Hidup Sehat Perempuan...
Gaya Hidup Sehat Perempuan Dimulai dari Deteksi Dini
Imunodefisiensi Primer...
Imunodefisiensi Primer Masih Sulit Terdeteksi, IPIPS Ungkap Fakta dan Tantangan di Indonesia
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Rekomendasi
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Berita Terkini
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved