Waspadai Gejala Kanker Lambung yang Mirip Maag
Rabu, 18 November 2020 - 00:30 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi kedua adalah di mana seseorang mulai sulit menelan makanan, dan ini terjadi bila tumor berlokasi di daerah kardia atas, maka akan terjadi penyempitan. Makanan terasa tersangkut di daerah dada, terpaksa minum air yang banyak, namun kemudian akan naik balik ke atas atau juga disebut dengan gastroesophageal reflux atau gerd.
Kondisi ketiga adalah rasa mual dan muntah pada waktu makan. Hal ini terjadi bila tumor terletak dekat dengan jalan masuk ke usus halus atau pylorus. Hambatan lewatnya makanan akan mengirim sinyal ke otak bahwa makanan harus dikembalikan ke atas.
(Baca Juga: Minum Alkohol Berlebihan Berisiko Terkena Hepatitis Alkoholik )
Kondisi keempat adalah semakin merasa cepat kenyang dengan terisinya ruang lambung oleh tumor, sehingga semakin sedikit makanan masuk ke tubuh. Hal ini terjadi terutama pada kanker lambung jenis difus, di mana sel-sel tumor mengambil permukaan luas lambung dan elastisitas lambung berkurang.
Kondisi kelima terjadi penurunan berat badan secara drastis, bisa karena sulitnya makanan turun atau muntah, serta makanan dan nutrisi berkurang. Keenam adalah mulai terjadi perdarahan, di mana tumor atau kanker menembus lapisan dalam lambung. Bila perdarahan masih sedikit, tidak menampakkan adanya gejala. Namun pada perdarahan besar, berakibat pada hematemesis atas atau melena bawah dengan gejala anemia.
“Dengan mewaspadai gejala kanker lambung, masyarakat diharapkan segera melakukan deteksi dini kanker agar dapat disembuhkan pada stadium awal,” tutup Prof. Aru.
Kondisi ketiga adalah rasa mual dan muntah pada waktu makan. Hal ini terjadi bila tumor terletak dekat dengan jalan masuk ke usus halus atau pylorus. Hambatan lewatnya makanan akan mengirim sinyal ke otak bahwa makanan harus dikembalikan ke atas.
(Baca Juga: Minum Alkohol Berlebihan Berisiko Terkena Hepatitis Alkoholik )
Kondisi keempat adalah semakin merasa cepat kenyang dengan terisinya ruang lambung oleh tumor, sehingga semakin sedikit makanan masuk ke tubuh. Hal ini terjadi terutama pada kanker lambung jenis difus, di mana sel-sel tumor mengambil permukaan luas lambung dan elastisitas lambung berkurang.
Kondisi kelima terjadi penurunan berat badan secara drastis, bisa karena sulitnya makanan turun atau muntah, serta makanan dan nutrisi berkurang. Keenam adalah mulai terjadi perdarahan, di mana tumor atau kanker menembus lapisan dalam lambung. Bila perdarahan masih sedikit, tidak menampakkan adanya gejala. Namun pada perdarahan besar, berakibat pada hematemesis atas atau melena bawah dengan gejala anemia.
“Dengan mewaspadai gejala kanker lambung, masyarakat diharapkan segera melakukan deteksi dini kanker agar dapat disembuhkan pada stadium awal,” tutup Prof. Aru.
(tsa)
Lihat Juga :