Bau Urine Sangat Menyengat, Hati-Hati Diabetes Tipe 2
Rabu, 25 November 2020 - 16:49 WIB
loading...
Salah satu gejala Anda memiliki kadar gula darah tinggi dan diabetes tipe 2 adalah bau urine yang kuat dan tidak sedap. / Foto: Ilustrasi/Verywell Health
A
A
A
JAKARTA - Salah satu gejala Anda memiliki kadar gula darah tinggi dan diabetes tipe 2 adalah bau urine yang kuat dan tidak sedap. Seperti dijelaskan laman Diabetes.co.uk, urine yang berbau adalah tanda infeksi saluran kemih bagian bawah atau infeksi bakteri yang memengaruhi kandung kemih dan saluran yang mengangkut urine dari kandung kemih keluar dari tubuh melalui penis atau vagina.
(Baca juga: Waspada Bila Ada Rasa Logam di Mulut! Bisa Jadi Ini Gejala Covid-19 )
Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan infeksi saluran kemih karena gula dalam urine menjadi tempat berkembang biak yang subur bagi bakteri.
Adapun gejala lain dari kadar gula darah tinggi meliputi meningkatnya rasa haus dan mulut kering, sering buang air kecil , kelelahan, penglihatan kabur, penurunan berat badan yang tidak disengaja, nyeri perut, merasa atau sedang sakit, napas yang berbau buah.
Menurut Diabetes.co.uk, infeksi saluran kemih bagian bawah seringkali dapat diobati dengan minum antibiotik selama beberapa hari. Obat penghilang rasa sakit juga dapat digunakan untuk mengobati sakit perut atau punggung yang terkait. Dalam jangka panjang, menerapkan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu menstabilkan kadar gula darah.
(Baca juga: Waspada Bila Ada Rasa Logam di Mulut! Bisa Jadi Ini Gejala Covid-19 )
Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan infeksi saluran kemih karena gula dalam urine menjadi tempat berkembang biak yang subur bagi bakteri.
Adapun gejala lain dari kadar gula darah tinggi meliputi meningkatnya rasa haus dan mulut kering, sering buang air kecil , kelelahan, penglihatan kabur, penurunan berat badan yang tidak disengaja, nyeri perut, merasa atau sedang sakit, napas yang berbau buah.
Menurut Diabetes.co.uk, infeksi saluran kemih bagian bawah seringkali dapat diobati dengan minum antibiotik selama beberapa hari. Obat penghilang rasa sakit juga dapat digunakan untuk mengobati sakit perut atau punggung yang terkait. Dalam jangka panjang, menerapkan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu menstabilkan kadar gula darah.
Lihat Juga :