Hari AIDS Sedunia: Memutus Mata Rantai HIV di Masa Pandemi Covid-19
Selasa, 01 Desember 2020 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Menyambut Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember, DKT Indonesia mempersembahkan berbagai macam rangkaian aktivitas untuk mengedukasi masyarakat dengan mengusung tema utama #SayaBeraniMencegah. Adapun kegiatan ini terdiri dari tujuh webinar yang menargetkan 3.500 dan kompetisi video TikTok #SayaBeraniMencegah yang menargetkan anak muda di Indonesia.
"Tahun ini, kami berfokus kepada dua hal yaitu edukasi secara digital melalui serangkaian webinar untuk menjangkau populasi kunci dan juga peningkatan kesadaran via aktivitas di social media. Mengingat realitanya, bertahan dengan HIV di masa pandemi sama sekali tidak mudah. Berbagai upaya pencegahan harus tetap dilakukan dengan sungguh-sungguh, dan kita harus senantiasa memberi semangat dan dukungan bagi mereka yang hidup dengan HIV-AIDS," kata Juan Enrique Garcia selaku President Director DKT Indonesia.
Sementara itu, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG selaku spesialis kandungan dari RS. Brawijaya Antasari menyebutkan bahwa ibu dengan HIV harus tetap berkontrasepsi untuk merencanakan kehamilan dan atau mencegah kehamilan tidak direncanakan khususnya di masa pandemi ini. Sebelum menentukan pilihan metode kontrasepsi, ibu dengan HIV harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk melihat status pengobatan ARV-nya.
"Penggunaan KB hormonal seperti pil KB, KB suntik, dan implan bisa digunakan apabila ibu dengan HIV masih dalam terapi ARV 2. Sedangkan untuk penggunaan IUD non-hormonal dapat digunakan apabila tidak sedang dalam terapi ARV 3 pada saat pemasangannya. Kondom wajib digunakan pada setiap kali berhubungan seksual," jelas dr. Dinda. (Baca juga: Melalui Life Goes On, BTS Catat Sejarah Baru di Billboard Hot 100 )
Lebih lanjut, dr. Dinda menambahkan bahwa cara yang dapat diterapkan untuk mencegah penularan HIV adalah dengan abstinence atau tidak berhubungan intim sama sekali, bersikap setia dengan satu pasangan, dan selalu menggunakan kondom bagi pasangan yang aktif secara seksual.
"Tahun ini, kami berfokus kepada dua hal yaitu edukasi secara digital melalui serangkaian webinar untuk menjangkau populasi kunci dan juga peningkatan kesadaran via aktivitas di social media. Mengingat realitanya, bertahan dengan HIV di masa pandemi sama sekali tidak mudah. Berbagai upaya pencegahan harus tetap dilakukan dengan sungguh-sungguh, dan kita harus senantiasa memberi semangat dan dukungan bagi mereka yang hidup dengan HIV-AIDS," kata Juan Enrique Garcia selaku President Director DKT Indonesia.
Sementara itu, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG selaku spesialis kandungan dari RS. Brawijaya Antasari menyebutkan bahwa ibu dengan HIV harus tetap berkontrasepsi untuk merencanakan kehamilan dan atau mencegah kehamilan tidak direncanakan khususnya di masa pandemi ini. Sebelum menentukan pilihan metode kontrasepsi, ibu dengan HIV harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk melihat status pengobatan ARV-nya.
"Penggunaan KB hormonal seperti pil KB, KB suntik, dan implan bisa digunakan apabila ibu dengan HIV masih dalam terapi ARV 2. Sedangkan untuk penggunaan IUD non-hormonal dapat digunakan apabila tidak sedang dalam terapi ARV 3 pada saat pemasangannya. Kondom wajib digunakan pada setiap kali berhubungan seksual," jelas dr. Dinda. (Baca juga: Melalui Life Goes On, BTS Catat Sejarah Baru di Billboard Hot 100 )
Lebih lanjut, dr. Dinda menambahkan bahwa cara yang dapat diterapkan untuk mencegah penularan HIV adalah dengan abstinence atau tidak berhubungan intim sama sekali, bersikap setia dengan satu pasangan, dan selalu menggunakan kondom bagi pasangan yang aktif secara seksual.
(tdy)
Lihat Juga :