Memberikan Rasa Aman Bagi Pengunjung, Rumah Atsiri di Tawangmangu Terapkan CHSE

Senin, 14 Desember 2020 - 12:00 WIB
loading...
Memberikan Rasa Aman...
Untuk memberikan rasa aman bagi pengunjung, Ruah Atsiri di Tawangmangu, Jawa Tengah menerapkan CHSE. Foto/ diana rafikasari
A A A
TAWANGMANGU - Rumah Atsiri Indonesia menerapkan CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environment) untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung. Hal ini sesuai dengan program yang diusung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Penerapan protokol 3M berupa menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan juga tidak lupa diterapkan Rumah Atrisi Indonesia untuk mencegah penyebaran virus corona baru selama pandemi COVID-19. Terlihat dari awal masuk, ada petugas yang akan memeriksa suhu tubuh setiap pengunjung.

Rumah Atsiri Indonesia merupakan wisata edukasi tentang tanaman aromatik untuk pembuatan essential oil dan produk aromaterapi lainnya. Tempat wisata ini berlokasi di kawasan dataran tinggi Desa Plumbon, Tawangmangu, Jawa Tengah dan didirikan pada tahun 2016 lalu.

Baca juga : 6 Kota Rekomendatif untuk Habiskan Libur Akhir Tahun

"Awalnya bangunan Rumah Atsiri ini bekas pabrik penyulingan Citronella pada zaman Presiden Soekarno tahun 1963, hasil kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Bulgaria pasca kemerdekaan," kata Raka selaku educator kepada SINDOnews saat program Perjalanan Wisata Pengenalan Destinasi Prioritas Pasar Domestik Nusantara kerjasama antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Garuda Indonesia, di Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu, Rabu (9/12).

Tanpa mengubah struktur asli bangunan utama yang dirancang tim dari Bulgaria, Rumah Atsiri Indonesia didirikan dilahan seluas 5 hektar dengan fasilitas yang mendukung program penelitian, pelatihan, dan edukasi tentang produk olahan dari minyak atsiri. Tempat wisata ini juga dilengkapi dengan aromatic garden, museum Rumah Atsiri, kids lab, merchandise shop, Rumah Atsiri essence dan mice.

Di Rumah Atsiri, pengunjung dapat melihat 103 jenis tanaman aromatik yang dibudidayakan, mendalami sejarah minyak atsiri di dunia dan inovasi alat penyulingannya dari masa ke masa, dan belajar tentang cara membuat essential oil di Learning Hubs. Selain itu ada juga fasilitas pendukung lainnya seperti akomodasi, restoran, dan function hall. Rumah Atsiri juga menawarkan paket tur untuk kunjungan grup maupun acara perusahaan.

"Tadinya ini (Rumah Atsiri) pabrik penyulingan terbesar di Asia. Tembok, lantai masih dipertahankan dari Bulgaria. 95% tanaman atsiri dari Indonesia," jelas Raka.

Saat ini, terdapat 29 jenis essential oils yang diproduksi Rumah Atsiri. Tanaman aromatik java rosemary, lemongrass (serai), dan patchouli (nilam) merupakan jenis tanaman yang tumbuh sangat subur di Indonesia, sehingga menjadi produk minyak atsiri unggulan dan banyak diminati pelanggan dari Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

Baca juga : Wela Bajo, Pilihan Favorit Liburan Baru di Labuan Bajo

"Kita punya hand sanitizer, toilet spray, sampo, sabun, body lotion, lilin aroma terapi, diffuser. Harganya Rp35 ribu sampai yang paling mahal Rp550 ribu," tandasnya.

Adapun di masa pendemi di harapkan masyarakat tetap menjadi pahlawan di negeri sendiri dengan berwisata #DiIndonesiaAja untuk menikmati #WonderfulIndonesia serta tetap menerapkan protokol kesehatan 3M.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Rekomendasi Tempat...
7 Rekomendasi Tempat Wisata di Tawangmangu Solo, Surga Kecil Lereng Gunung Lawu
RI Resmi Masuk Masa...
RI Resmi Masuk Masa Endemi, Menkes Budi Imbau Masyarakat Tetap Jaga Diri
Cegah Pandemi Covid-19...
Cegah Pandemi Covid-19 Berikutnya, Menkes Budi: Jangan Tunggu Patogen Hewan Loncat ke Manusia
Status Pandemi Dicabut...
Status Pandemi Dicabut tapi Covid-19 Masih Ada Lho! Ini yang Perlu Dilakukan Masyarakat
Jokowi Resmi Cabut Status...
Jokowi Resmi Cabut Status Pandemi Covid-19 di Indonesia, Ini 3 Alasannya
Status Darurat Pandemi...
Status Darurat Pandemi Covid-19 Dicabut, Kemenkes: Virusnya Masih Ada di Sekitar Kita
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
5 Fakta Kecelakaan Maut...
5 Fakta Kecelakaan Maut Minibus Pengangkut Wisatawan di Karanganyar, Nomor 4 Bikin Syok
Kecelakaan Maut Minibus...
Kecelakaan Maut Minibus di Karanganyar Tewaskan 5 Orang, Polisi Duga Akibat Rem Blong
Rekomendasi
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Berita Terkini
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
Sarwendah Undang Ruben...
Sarwendah Undang Ruben Onsu Bertemu 11 Juli, Konflik Keluarga Diharapkan Berakhir Damai
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved