Sering Beser dan Ngompol Malam Hari? Mungkin Ini Sebabnya!
Senin, 28 Desember 2020 - 12:20 WIB
loading...
Sering berkemih di malam hari bahkan hingga mengompol, mungkin Anda menderita nokturia. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Nokturia didefinisikan sebagai berapa kali seseorang berkemih dalam periode tidur utamanya, saat seseorang terbangun dari tidurnya untuk berkemih pertama kali dan setiap berkemih selanjutnya harus diikuti tidur atau keinginan untuk tidur.
Dikatakan Dr.dr. Nur Rasyid, SpU (K), Ketua Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI), nokturia sangat mempengaruhi kualitas hidup, apabila tidak diatasi dengan tepat dapat menyebabkan masalah sosial, bahkan ekonomi bagi penderitanya.
Baca juga : 5 Hal Ini Picu Sakit Asma, Nomor 2 Harus Sangat Dihindari
“Penyebab penyakit ini sangat banyak misalnya pada laki-laki karena obstruksi infra vesika seperti penyakit prostat, sedangkan pada laki-laki dan perempuan seperti gangguan kontraksi kandung kemih, komplikasi DM, kelainan neurologis, kelainan hormonal dan bisa hanya disebabkan karena pola minum atau berkemih yang salah,” tutur dr. Nur Rasyid.
Sementara itu dr. Harrina Erlianti Rahardjo, SpU (K), PhD, Ketua Indonesian Society of Female and Functional Urology (INASFFU) membeberkan studi prevalensi dan faktor risiko nokturia di Indonesia yang melibatkan 1555 subyek dari 7 kota di Indonesia.
Dikatakan Dr.dr. Nur Rasyid, SpU (K), Ketua Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI), nokturia sangat mempengaruhi kualitas hidup, apabila tidak diatasi dengan tepat dapat menyebabkan masalah sosial, bahkan ekonomi bagi penderitanya.
Baca juga : 5 Hal Ini Picu Sakit Asma, Nomor 2 Harus Sangat Dihindari
“Penyebab penyakit ini sangat banyak misalnya pada laki-laki karena obstruksi infra vesika seperti penyakit prostat, sedangkan pada laki-laki dan perempuan seperti gangguan kontraksi kandung kemih, komplikasi DM, kelainan neurologis, kelainan hormonal dan bisa hanya disebabkan karena pola minum atau berkemih yang salah,” tutur dr. Nur Rasyid.
Sementara itu dr. Harrina Erlianti Rahardjo, SpU (K), PhD, Ketua Indonesian Society of Female and Functional Urology (INASFFU) membeberkan studi prevalensi dan faktor risiko nokturia di Indonesia yang melibatkan 1555 subyek dari 7 kota di Indonesia.
Lihat Juga :