Hati-Hati! Pelaku Filler Wajah Akan Alami Bengkak Usai Disuntik Vaksin COVID-19 Moderna
Minggu, 03 Januari 2021 - 12:39 WIB
loading...
FDA menyebut, vaksin COVID-19 Moderna bisa menyebabkan efek samping pada orang yang menggunakan filler wajah. Foto/AFP via Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Sebuah laporan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat ( FDA ) menyebut, vaksin COVID-19 Moderna bisa menyebabkan efek samping pada orang yang menggunakan filler wajah. Efek samping yang muncul yaitu pembengkakan.
Seperti dilansir dari laman New York Post belum lama ini, seorang dokter kulit bernama Dr. Shirley Chi mengungkapkan bahwa pembengkakan di wajah akibat suntikan vaksin Moderna dialami oleh beberapa relawan uji coba vaksin tersebut.
(Baca Juga: Malas Bekerja Kembali Usai Liburan? Atasi dengan Tips Berikut Ini! )
"Saat tubuh menerima vaksin, sistem kekebalan Anda yang menyebabkan peradangan itu meningkat. Begitulah cara kerjanya. Jadi masuk akal jika Anda akan melihat respons kekebalan di area tertentu, di mana mereka melihat beberapa zat yang bukan termasuk zat alami di tubuh Anda,” ungkap Dr. Chi.
Pada 17 Desember lalu, tepatnya dalam pertemuan panel penasihat yang disebut Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi Terkait (VRBPAC), petugas medis FDA Rachel Zhang melaporkan bahwa dua orang mengalami pembengkakan wajah setelah vaksinasi selama uji coba fase 3 Moderna. Keduanya memiliki persamaan pada riwayat pernah menjalani prosedur filler wajah.
Salah satunya seorang wanita berusia 46 tahun, memiliki riwayat telah disuntik dermal filler sekitar enam bulan sebelum mendapat vaksin. Sementara satu lagi seorang wanita 51 tahun telah menjalani prosedur yang sama dua minggu sebelum vaksinasi.
Menurut STAT yang menyiarkan live pertemuan tersebut, orang ketiga yang ikut serta dalam uji coba Moderna mengalami angioedema bibir (bengkak) sekitar dua hari setelah vaksinasi. Zhang mengatakan, orang-orang itu telah menerima suntikan filler di bibir, dan melaporkan reaksi serupa setelah vaksin influenza beberapa waktu sebelumnya.
Seperti dilansir dari laman New York Post belum lama ini, seorang dokter kulit bernama Dr. Shirley Chi mengungkapkan bahwa pembengkakan di wajah akibat suntikan vaksin Moderna dialami oleh beberapa relawan uji coba vaksin tersebut.
(Baca Juga: Malas Bekerja Kembali Usai Liburan? Atasi dengan Tips Berikut Ini! )
"Saat tubuh menerima vaksin, sistem kekebalan Anda yang menyebabkan peradangan itu meningkat. Begitulah cara kerjanya. Jadi masuk akal jika Anda akan melihat respons kekebalan di area tertentu, di mana mereka melihat beberapa zat yang bukan termasuk zat alami di tubuh Anda,” ungkap Dr. Chi.
Pada 17 Desember lalu, tepatnya dalam pertemuan panel penasihat yang disebut Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi Terkait (VRBPAC), petugas medis FDA Rachel Zhang melaporkan bahwa dua orang mengalami pembengkakan wajah setelah vaksinasi selama uji coba fase 3 Moderna. Keduanya memiliki persamaan pada riwayat pernah menjalani prosedur filler wajah.
Salah satunya seorang wanita berusia 46 tahun, memiliki riwayat telah disuntik dermal filler sekitar enam bulan sebelum mendapat vaksin. Sementara satu lagi seorang wanita 51 tahun telah menjalani prosedur yang sama dua minggu sebelum vaksinasi.
Menurut STAT yang menyiarkan live pertemuan tersebut, orang ketiga yang ikut serta dalam uji coba Moderna mengalami angioedema bibir (bengkak) sekitar dua hari setelah vaksinasi. Zhang mengatakan, orang-orang itu telah menerima suntikan filler di bibir, dan melaporkan reaksi serupa setelah vaksin influenza beberapa waktu sebelumnya.
Lihat Juga :