Berbeda dengan Maag, GERD Bisa Bikin Dada Panas
Jum'at, 08 Januari 2021 - 23:03 WIB
loading...
A
A
A
"Segera konsumsi Antasida (antacid) untuk menetralkan kadar asam di dalam lambung," saran spesialis penyakit dalam konsultan Hepatologi Gastro Entero ini.
Asam lambung yang naik juga bisa membuat sesak napas atau terasa tercekik. Dikatakan Prof. Ari, penyakit ini erat kaitannya dengan gaya hidup. Selain stres, kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak seperti cokelat dan keju yang mengakibatkan pengosongan lambung menjadi terganggu. (Baca juga: Dihubungi Istana, Raffi Ahmad Dapat Jatah Vaksin Covid-19 )
Kebiasaan makan besar sesaat sebelum tidur di malam hari dan merokok. Karenanya Prof. Ari menyarankan untuk mengendalikan stres, mendekatkan diri kepada agama, menghindari makanan cokelat, keju, berlemak, asam, pedas, dan memberi jarak dua jam sehabis makan guna mencegah kambuhnya GERD.
Diagnosa penyakit ini bisa dilakukan lewat aplikasi GERDQ. Aplikasi ini berisikan kuesioner, yang dilengkapi oleh pasien dan dalam pengawasan dokter untuk identifikasi dan manajemen pasien dengan GERD. Kuesioner terdiri atas empat pertanyaan mengenai gejala, dan dua pertanyaan pada dampak yang dialami pasien.
Bagi yang mengalami keluhan berat badan turun, BAB berdarah, anemia, harus dipastikan apakah itu GERD dengan endoskopi. (Baca juga: Isolasi Mandiri, Begini Cara Irfan Hakim Sembuh dari Covid-19 )
Asam lambung yang naik juga bisa membuat sesak napas atau terasa tercekik. Dikatakan Prof. Ari, penyakit ini erat kaitannya dengan gaya hidup. Selain stres, kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak seperti cokelat dan keju yang mengakibatkan pengosongan lambung menjadi terganggu. (Baca juga: Dihubungi Istana, Raffi Ahmad Dapat Jatah Vaksin Covid-19 )
Kebiasaan makan besar sesaat sebelum tidur di malam hari dan merokok. Karenanya Prof. Ari menyarankan untuk mengendalikan stres, mendekatkan diri kepada agama, menghindari makanan cokelat, keju, berlemak, asam, pedas, dan memberi jarak dua jam sehabis makan guna mencegah kambuhnya GERD.
Diagnosa penyakit ini bisa dilakukan lewat aplikasi GERDQ. Aplikasi ini berisikan kuesioner, yang dilengkapi oleh pasien dan dalam pengawasan dokter untuk identifikasi dan manajemen pasien dengan GERD. Kuesioner terdiri atas empat pertanyaan mengenai gejala, dan dua pertanyaan pada dampak yang dialami pasien.
Bagi yang mengalami keluhan berat badan turun, BAB berdarah, anemia, harus dipastikan apakah itu GERD dengan endoskopi. (Baca juga: Isolasi Mandiri, Begini Cara Irfan Hakim Sembuh dari Covid-19 )
Lihat Juga :