Kenapa Penderita Diabetes Harus Rajin Konsumsi Brokoli? Ini Penjelasannya!
Minggu, 10 Januari 2021 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
Jika Anda adalah seseorang yang menderita diabetes, makan brokoli, itulah yang disarankan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine. Temuan studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Sahlgrenska Academy, University of Gothenburg, dan Fakultas Kedokteran di Lund University di Swedia ini menemukan bahwa ekstrak brokoli bisa cukup efektif dalam mengelola gejala diabetes tipe 2. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya senyawa antioksidan yang disebut sulforaphane.
3. Mengurangi produksi gula di sel hati
Untuk penelitian tersebut, para peneliti memberikan ekstrak sulforaphane pada tikus yang mengidap diabetes pada tahap pertama percobaan. Ditemukan bahwa sulforaphane mengurangi produksi glukosa di sel hati, menurunkan glukosa darah puasa dan hemoglobin terglikasi. Selain itu, juga mengurangi produksi glukosa yang berlebihan dan intoleransi glukosa dengan besaran yang mirip dengan metformin, yang merupakan obat diabetes yang diresepkan.
Dalam percobaannya, diamati bahwa ekstrak sulforaphane dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah selama puasa. Penemuan ini dianggap penting karena metformin diketahui menyebabkan masalah terkait perut dan juga tidak diresepkan untuk mereka yang menderita masalah terkait ginjal.
Baca juga : Hadapi Musim Hujan saat Pandemi, Tubuh Butuh Nutrisi Agar Imunitas Terjaga
3. Mengurangi produksi gula di sel hati
Untuk penelitian tersebut, para peneliti memberikan ekstrak sulforaphane pada tikus yang mengidap diabetes pada tahap pertama percobaan. Ditemukan bahwa sulforaphane mengurangi produksi glukosa di sel hati, menurunkan glukosa darah puasa dan hemoglobin terglikasi. Selain itu, juga mengurangi produksi glukosa yang berlebihan dan intoleransi glukosa dengan besaran yang mirip dengan metformin, yang merupakan obat diabetes yang diresepkan.
Dalam percobaannya, diamati bahwa ekstrak sulforaphane dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah selama puasa. Penemuan ini dianggap penting karena metformin diketahui menyebabkan masalah terkait perut dan juga tidak diresepkan untuk mereka yang menderita masalah terkait ginjal.
Baca juga : Hadapi Musim Hujan saat Pandemi, Tubuh Butuh Nutrisi Agar Imunitas Terjaga
Lihat Juga :