CDC Sebut Reaksi Alergi Parah terhadap Vaksin COVID-19 Jarang Terjadi
Kamis, 14 Januari 2021 - 07:43 WIB
loading...
A
A
A
Messonnier menjelaskan, dari orang-orang yang mengalami reaksi alergi parah, 17 memiliki riwayat alergi seperti alergi obat-obatan, produk medis, makanan, dan serangga. Tetapi, alergi seperti itu biasa terjadi dan jumlah reaksinya sangat jarang. Jadi CDC mengatakan, orang dengan alergi umum tidak perlu khawatir tentang vaksinasi, namun tetap harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum melakukannya.
Orang dengan reaksi alergi parah terhadap bahan-bahan dalam vaksin Pfizer maupun Moderna, seperti polisorbat dan polietilen glikol, sebaiknya tidak mendapatkan vaksin. Orang yang mengalami reaksi alergi terhadap dosis pertama sebaiknya tidak mendapatkan dosis kedua untuk saat ini.
Baca Juga: Mengapa Vaksin Covid-19 Penting saat Pandemi? Ini Jawabannya
CDC akan terus memantau reaksi alergi pada orang yang menerima vaksin. Tim CDC mengatakan, orang mungkin melaporkan lebih banyak kasus atau reaksi alergi daripada yang biasanya dilaporkan. CDC juga belum melihat reaksi parah lain yang mengkhawatirkan terhadap vaksin.
"Manfaat yang diketahui dan potensial dari vaksin COVID-19 saat ini lebih besar daripada risiko yang diketahui dan potensial juga, yaitu terkena COVID-19. Namun, itu tidak berarti bahwa kami tidak dapat melihat potensi kejadian kesehatan yang serius di masa depan," tutup Messonnier.
Orang dengan reaksi alergi parah terhadap bahan-bahan dalam vaksin Pfizer maupun Moderna, seperti polisorbat dan polietilen glikol, sebaiknya tidak mendapatkan vaksin. Orang yang mengalami reaksi alergi terhadap dosis pertama sebaiknya tidak mendapatkan dosis kedua untuk saat ini.
Baca Juga: Mengapa Vaksin Covid-19 Penting saat Pandemi? Ini Jawabannya
CDC akan terus memantau reaksi alergi pada orang yang menerima vaksin. Tim CDC mengatakan, orang mungkin melaporkan lebih banyak kasus atau reaksi alergi daripada yang biasanya dilaporkan. CDC juga belum melihat reaksi parah lain yang mengkhawatirkan terhadap vaksin.
"Manfaat yang diketahui dan potensial dari vaksin COVID-19 saat ini lebih besar daripada risiko yang diketahui dan potensial juga, yaitu terkena COVID-19. Namun, itu tidak berarti bahwa kami tidak dapat melihat potensi kejadian kesehatan yang serius di masa depan," tutup Messonnier.
(tsa)
Lihat Juga :