Belajar dari Kasus Raffi Ahmad, Setelah Divaksin Jangan Lakukan Ini!
Kamis, 14 Januari 2021 - 10:56 WIB
loading...
Antibodi tak langsung terbentuk sesudah divaksin COVID-19. Untuk itu tetap jaga protokol kesehatan usai divaksin. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Belajar dari kasus presenter Raffi Ahmad , setelah menerima vaksin COVID-19 , idealnya tetap menerapkan protokol kesehatan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Para ahli telah memperingatkan bahwa bahkan saat vaksinasi dimulai, tindakan pencegahan COVID-19 berupa 3M, tidak boleh dihentikan dengan cepat. Masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan ini dan akan bertahan lebih lama.
Dilansir dari Times Now News, Kamis (14/1) para ahli menjelaskan, bahwa meskipun orang yang divaksinasi mungkin tidak sakit parah karena virus, kemungkinan besar mereka dapat menyebarkannya, dan menyebabkan infeksi pada orang yang belum divaksinasi. Oleh karena itu, penting untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.
Baca juga : Nongkrong Tanpa Masker Usai Divaksin, Raffi Ahmad Tuai Kritikan
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan, membangun kekebalan biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu. Sedangkan, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengingatkan masyarakat, bahwa vaksin Covid-19 bukan obat. Vaksin merupakan pencegahan untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona baru.
Apoteker penyakit menular di Ohio State University Wexner Medical Center, Debra Goff memaparkan, mendapatkan vaksin tidak berarti dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dari kehidupan sebelum pandemi Covid-19.
Dilansir dari Times Now News, Kamis (14/1) para ahli menjelaskan, bahwa meskipun orang yang divaksinasi mungkin tidak sakit parah karena virus, kemungkinan besar mereka dapat menyebarkannya, dan menyebabkan infeksi pada orang yang belum divaksinasi. Oleh karena itu, penting untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.
Baca juga : Nongkrong Tanpa Masker Usai Divaksin, Raffi Ahmad Tuai Kritikan
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan, membangun kekebalan biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu. Sedangkan, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengingatkan masyarakat, bahwa vaksin Covid-19 bukan obat. Vaksin merupakan pencegahan untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona baru.
Apoteker penyakit menular di Ohio State University Wexner Medical Center, Debra Goff memaparkan, mendapatkan vaksin tidak berarti dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dari kehidupan sebelum pandemi Covid-19.
Lihat Juga :