Efek Samping Sinovac Umumnya Ringan dan Bisa Membaik dengan Sendirinya
Minggu, 17 Januari 2021 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga : Vaksin Covid Diberikan yang Belum Terinfeksi.Ini Alasan Wamenkes!
Selain reaksi setelah divaksin yang sudah disebutkan sebelumnya, dr. Fajri juga menambahkan reaksi lain yang mungkin saja terjadi. Antara lain sakit perut, kemerahan di kulit, bibir pecah-pecah, dan lainnya. Dr. Fajri menyarankan agar bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit ginjal, paru, jantung sebaiknya berkonsultasi lebih dulu dengan spesialis penyakit dalam atau bagi orang yang sedang mengonsumsi obat terkait apakah boleh divaksin.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat apabila ingin mengetahui efek samping vaksin yang mungkin timbul sebaiknya bertanya dengan tenaga medis bukan dengan mencari di internet yang akhirnya termakan hoax dan jadi enggan divaksin. Sementara itu tentang efikasi vaksin Sinovac yang masih banyak diragukan oleh masyarakat, dijelaskan oleh Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Dr. dr. Hariadi Wibisono, isu efikasi sebetulnya erat kaitannya dengan seroconversion atau serokonversi.
Baca Juga : Main Gadget Terlalu Lama Bisa Memicu Kerusakan Saraf
“Seroconversion itu adalah seberapa jauh tubuh kita mampu bereaksi terhadap vaksin. seroconversion bukan ditentukan oleh kualitas vaksin, tapi oleh kondisi tubuh seseorang. Ada orang-orang yang tubuhnya tidak mampu membentuk antibodi, sehingga sebagus apapun vaksin yang diberikan tidak akan berpengaruh terhadap tubuh mereka,” beber Dr. Hariadi. Serokonversi adalah perkembangan antibodi yang dapat dideteksi pada mikroorganisme dalam serum sebagai akibat dari infeksi atau imunisasi.
Selain reaksi setelah divaksin yang sudah disebutkan sebelumnya, dr. Fajri juga menambahkan reaksi lain yang mungkin saja terjadi. Antara lain sakit perut, kemerahan di kulit, bibir pecah-pecah, dan lainnya. Dr. Fajri menyarankan agar bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit ginjal, paru, jantung sebaiknya berkonsultasi lebih dulu dengan spesialis penyakit dalam atau bagi orang yang sedang mengonsumsi obat terkait apakah boleh divaksin.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat apabila ingin mengetahui efek samping vaksin yang mungkin timbul sebaiknya bertanya dengan tenaga medis bukan dengan mencari di internet yang akhirnya termakan hoax dan jadi enggan divaksin. Sementara itu tentang efikasi vaksin Sinovac yang masih banyak diragukan oleh masyarakat, dijelaskan oleh Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Dr. dr. Hariadi Wibisono, isu efikasi sebetulnya erat kaitannya dengan seroconversion atau serokonversi.
Baca Juga : Main Gadget Terlalu Lama Bisa Memicu Kerusakan Saraf
“Seroconversion itu adalah seberapa jauh tubuh kita mampu bereaksi terhadap vaksin. seroconversion bukan ditentukan oleh kualitas vaksin, tapi oleh kondisi tubuh seseorang. Ada orang-orang yang tubuhnya tidak mampu membentuk antibodi, sehingga sebagus apapun vaksin yang diberikan tidak akan berpengaruh terhadap tubuh mereka,” beber Dr. Hariadi. Serokonversi adalah perkembangan antibodi yang dapat dideteksi pada mikroorganisme dalam serum sebagai akibat dari infeksi atau imunisasi.
(wur)
Lihat Juga :