Flare, Bisa Menjadi Gejala Covid-19 Pada Penderita Reumatik Autoimun
Senin, 18 Januari 2021 - 17:57 WIB
loading...
A
A
A
Padahal pasien tidaklah diperkenankan mengubah pengobatan atau justru menghentikannya. Dokterlah yang akan menentukan apakah obat dapt diteruskan, diganti, atau dihentikan. “Selalu minta pendapat dengan dokter yanv merawat jangan mudah termakan isu. Bila tidak ada keluhan obat dapat dilanjutkan sesuai anjuran dokter,” beber konsultan reumatologi ini.
Baca Juga : Mengenal Eksibisionis yang Dialami Istri Komedian Isa Bajaj
Yang perlu diperhatikan bagi pasien reumatik autoimun ini, berdasarkan penelitian tidak ditemukan peningkatan risiko terkena Covid-19 pada pasien autoimun kecuali mereka yang mengonsumsi steroid dosis tinggi. Steroid berfungsi mengurangi produksi sitokin-sitokin yang menyebabkan inflamasi. Ini membantu menjaga kerusakan jaringan serendah mungkin.
Steroid juga mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh dengan cara mempengaruhi cara kerja sel darah putih. Mengingat penyakit autoimun menyerang sel-sel sehat. “Penggunaan steroid dosis tinggi ini misalnya metilprednisolon lebih dari 8 miligram sehari. Nantinya dosisnya bisa diturunkan secara bertahap sesuai anjuran dokter,” ujar dr. Suryo.
Meski tidak memiliki risiko yang lebih tinggi dengan populasi umum, namun dr. Suryo mengingatkan hasil penelitian dan rekomendasi bisa berubah di kemudian hari sebab Covid-19 adalah penyakit yang baru. Akan tetapi apabila ada kasus positif di keluarga, maka risiko terhadap Covid-19 pada pasien autoimun lebih tinggi dari anggota keluarga lain. Ini merujuk pada penelitian di Wuhan, China.
Baca Juga : Mengenal Eksibisionis yang Dialami Istri Komedian Isa Bajaj
Yang perlu diperhatikan bagi pasien reumatik autoimun ini, berdasarkan penelitian tidak ditemukan peningkatan risiko terkena Covid-19 pada pasien autoimun kecuali mereka yang mengonsumsi steroid dosis tinggi. Steroid berfungsi mengurangi produksi sitokin-sitokin yang menyebabkan inflamasi. Ini membantu menjaga kerusakan jaringan serendah mungkin.
Steroid juga mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh dengan cara mempengaruhi cara kerja sel darah putih. Mengingat penyakit autoimun menyerang sel-sel sehat. “Penggunaan steroid dosis tinggi ini misalnya metilprednisolon lebih dari 8 miligram sehari. Nantinya dosisnya bisa diturunkan secara bertahap sesuai anjuran dokter,” ujar dr. Suryo.
Meski tidak memiliki risiko yang lebih tinggi dengan populasi umum, namun dr. Suryo mengingatkan hasil penelitian dan rekomendasi bisa berubah di kemudian hari sebab Covid-19 adalah penyakit yang baru. Akan tetapi apabila ada kasus positif di keluarga, maka risiko terhadap Covid-19 pada pasien autoimun lebih tinggi dari anggota keluarga lain. Ini merujuk pada penelitian di Wuhan, China.
Lihat Juga :