Kontribusi Atasi Pandemi, Peneliti Ditantang Kembangkan Sel Punca sebagai Terapi COVID-19
Minggu, 31 Januari 2021 - 14:04 WIB
loading...
Sel punca disebut-sebut sebagai salah satu terapi COVID-19 yang efektif. Foto Ilustrasi/Stemcell.com
A
A
A
JAKARTA - Sel punca disebut-sebut sebagai salah satu terapi COVID-19 yang efektif. Sel punca telah terbukti mampu meningkatkan fungsi organ karena memiliki kemampuan proliferasi dan diferensiasi untuk regenerasi organ.
Berbagai penelitian menunjukkan efek antiinflamasi Mesenchymal Stem Cell (MSC) dapat mengurangi cedera paru yang disebabkan virus dan kematian pada tikus secara signifikan. Penemuan ini menekankan bahwa pengobatan berbasis sel punca pada prinsipnya memanfaatkan kemampuan imunomodulasi dan regenerasi sel punca tersebut. Hal ini sekaligus menjadikan terapi sel punca sebagai terapi yang menjanjikan dalam mengobati cedera paru akibat COVID-19.
Baca Juga: Merokok Picu Kanker Usus Besar
Sel punca secara signifikan dapat mengurangi perubahan patologis paru dan menghambat respons inflamasi imun yang dimediasi oleh sel. Bahkan dua penelitian terbaru dari Tiongkok menyebutkan bahwa MSC dapat digunakan sebagai terapi pneumonia COVID-19.
Dikatakan Dr. dr. Bintang Soetjahjo Sp.OT(K) selaku Ketua Rejaselindo sekaligus Koordinator Penelitian Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell pada COVID-19 Derajat Berat, Ketua PABOI Jateng serta Ka.KSM Orthopaedi Traumatology RSUD Dr Moewardi, MSC untuk beregenerasi dan berdiferensiasi membuat sel punca menjadi agen terapeutik yang menjanjikan untuk COVID-19. Berbagai studi mulai menarik perhatian ilmuwan dunia untuk menjadikan MSC sebagai standar terapi kasus COVID-19.
“Dengan dukungan dari para ahli, ilmuwan, dan masyarakat Indonesia, pengobatan berbasis sel ini mampu memberikan sumbangsih bagi penanganan pasien COVID-19 di Indonesia,” kata dr. Bintang dalam Webinar Ristek BRIN Kalbe Science Awards (RKSA) 2021, belum lama ini.
Sementara itu Yulius Setiady Ph.D - Chief Scientific Officer Kalbe Genexine Biologics mengatakan, penemuan terapeutik melawan penyakit membutuhkan waktu yang panjang, kompleks, dan usaha yang keras.
Berbagai penelitian menunjukkan efek antiinflamasi Mesenchymal Stem Cell (MSC) dapat mengurangi cedera paru yang disebabkan virus dan kematian pada tikus secara signifikan. Penemuan ini menekankan bahwa pengobatan berbasis sel punca pada prinsipnya memanfaatkan kemampuan imunomodulasi dan regenerasi sel punca tersebut. Hal ini sekaligus menjadikan terapi sel punca sebagai terapi yang menjanjikan dalam mengobati cedera paru akibat COVID-19.
Baca Juga: Merokok Picu Kanker Usus Besar
Sel punca secara signifikan dapat mengurangi perubahan patologis paru dan menghambat respons inflamasi imun yang dimediasi oleh sel. Bahkan dua penelitian terbaru dari Tiongkok menyebutkan bahwa MSC dapat digunakan sebagai terapi pneumonia COVID-19.
Dikatakan Dr. dr. Bintang Soetjahjo Sp.OT(K) selaku Ketua Rejaselindo sekaligus Koordinator Penelitian Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell pada COVID-19 Derajat Berat, Ketua PABOI Jateng serta Ka.KSM Orthopaedi Traumatology RSUD Dr Moewardi, MSC untuk beregenerasi dan berdiferensiasi membuat sel punca menjadi agen terapeutik yang menjanjikan untuk COVID-19. Berbagai studi mulai menarik perhatian ilmuwan dunia untuk menjadikan MSC sebagai standar terapi kasus COVID-19.
“Dengan dukungan dari para ahli, ilmuwan, dan masyarakat Indonesia, pengobatan berbasis sel ini mampu memberikan sumbangsih bagi penanganan pasien COVID-19 di Indonesia,” kata dr. Bintang dalam Webinar Ristek BRIN Kalbe Science Awards (RKSA) 2021, belum lama ini.
Sementara itu Yulius Setiady Ph.D - Chief Scientific Officer Kalbe Genexine Biologics mengatakan, penemuan terapeutik melawan penyakit membutuhkan waktu yang panjang, kompleks, dan usaha yang keras.
Lihat Juga :