Ada 4000 Varian Virus yang Menyebabkan Covid-19 ‘Menyerang’ Dunia
Sabtu, 06 Februari 2021 - 10:06 WIB
loading...
Ada sekitar 4.000 varian virus yang menyebabkan COVID-19 di seluruh dunia. Ribuan varian ini telah didokumentasikan saat virus tersebut bermutasi. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Ada sekitar 4.000 varian virus yang menyebabkan COVID-19 di seluruh dunia. Hal ini membuat produsen vaksin, termasuk Pfizer Inc dan AstraZeneca Plc mencoba meningkatkan kemampuan mereka mengatasi masalah tersebut.
Ribuan varian jenis virus corona baru yang menyebabkan COVID-19 telah didokumentasikan saat virus tersebut bermutasi, termasuk di antaranya varian virus Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil yang menyebar lebih cepat daripada varian yang lain.
Baca juga: Peneliti Inggris: Varian COVID-19 Berbahaya Lainnya Diduga Sudah Ada
"Sangat kecil kemungkinannya bahwa vaksin saat ini tidak akan efektif pada varian apakah di Kent atau varian lain terutama dalam hal penyakit parah dan rawat inap," kata Menteri Penyebaran Vaksin Inggris, Nadhim Zahawi kepada Sky News dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (6/2).
"Semua produsen, Pfizer-BioNTech, Moderna, Oxford-AstraZeneca dan lainnya sedang mencari cara bagaimana mereka dapat meningkatkan vaksin mereka untuk memastikan bahwa kita siap untuk varian apapun - saat ini ada sekitar 4.000 varian COVID di seluruh dunia," lanjutnya.
Ribuan varian jenis virus corona baru yang menyebabkan COVID-19 telah didokumentasikan saat virus tersebut bermutasi, termasuk di antaranya varian virus Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil yang menyebar lebih cepat daripada varian yang lain.
Baca juga: Peneliti Inggris: Varian COVID-19 Berbahaya Lainnya Diduga Sudah Ada
"Sangat kecil kemungkinannya bahwa vaksin saat ini tidak akan efektif pada varian apakah di Kent atau varian lain terutama dalam hal penyakit parah dan rawat inap," kata Menteri Penyebaran Vaksin Inggris, Nadhim Zahawi kepada Sky News dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (6/2).
"Semua produsen, Pfizer-BioNTech, Moderna, Oxford-AstraZeneca dan lainnya sedang mencari cara bagaimana mereka dapat meningkatkan vaksin mereka untuk memastikan bahwa kita siap untuk varian apapun - saat ini ada sekitar 4.000 varian COVID di seluruh dunia," lanjutnya.
Lihat Juga :