Manfaatkan Bangunan Heritage, Pos Bloc Ingin Ikuti Jejak M Bloc Space
Minggu, 07 Februari 2021 - 05:25 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan segala detail arsitektur bangunan yang sangat indah dikombinasikan dengan penciptaan ruang-ruang kreatif hasil karya anak muda Indonesia, maka diharapkan Pos Bloc akan menjadi tempat tujuan baru anak muda untuk mengeksplorasi daya kreativitas mereka sehingga mampu menghasilkan karya-karya berdaya jual tinggi," papar Handriani saat jumpa pers, beberapa waktu lalu.
"Di tempat ini pula anak-anak muda kreatif untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan daya jual karya kreatif mereka hingga mampu bersaing, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga di pasar internasional. Kenali dan cintai karya cipta anak bangsa untuk Indonesia yang lebih hebat," lanjutnya.
Co-Founder Mbloc dan Pos Bloc, Jacob Gatot Sura mengatakan, konsepnya ini akan dijadikan sebuah creative hub layaknya di M Bloc dengan pendekatan penggunaan bangunan yang diapit kiri-kanan food and beverages.
Sebagai ruang kreatif dalam bidang program seni, nantinya akan dibuat sirkuit seni. Jadi, apa yang ada di M Bloc akan dibawa Post Bloc. "Ekspektasi paling tidak hype sama dengan M Bloc atau malahan lebih, karena ini gedung sangat heritage arsitekturnya. Ini asset nasional banget, jadi mudah-mudahan bergaung jadi role model pemilik bangunan," ungkap Jacob, yang juga seorang arsitek.
Sementara itu, Program Director, Wendi Putranto memparkan bahwa musik yang akan disajikan di Pos Bloc Live House akan berbeda dengan M Bloc. Nantinya akan lebih ditujukan bagi genre jazz, hawaiian, sampai keroncong, yang dulu berawal dari label rekaman Tio Tek Hong Records di wilayah tersebut.
"Di tempat ini pula anak-anak muda kreatif untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan daya jual karya kreatif mereka hingga mampu bersaing, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga di pasar internasional. Kenali dan cintai karya cipta anak bangsa untuk Indonesia yang lebih hebat," lanjutnya.
Co-Founder Mbloc dan Pos Bloc, Jacob Gatot Sura mengatakan, konsepnya ini akan dijadikan sebuah creative hub layaknya di M Bloc dengan pendekatan penggunaan bangunan yang diapit kiri-kanan food and beverages.
Sebagai ruang kreatif dalam bidang program seni, nantinya akan dibuat sirkuit seni. Jadi, apa yang ada di M Bloc akan dibawa Post Bloc. "Ekspektasi paling tidak hype sama dengan M Bloc atau malahan lebih, karena ini gedung sangat heritage arsitekturnya. Ini asset nasional banget, jadi mudah-mudahan bergaung jadi role model pemilik bangunan," ungkap Jacob, yang juga seorang arsitek.
Sementara itu, Program Director, Wendi Putranto memparkan bahwa musik yang akan disajikan di Pos Bloc Live House akan berbeda dengan M Bloc. Nantinya akan lebih ditujukan bagi genre jazz, hawaiian, sampai keroncong, yang dulu berawal dari label rekaman Tio Tek Hong Records di wilayah tersebut.
Lihat Juga :