Waspada! Emosional Bisa Pengaruhi Sakit Punggung
Rabu, 10 Februari 2021 - 13:01 WIB
loading...
Para ahli percaya emosi negatif dapat memengaruhi nyeri punggung bawah dan berhipotesis bahwa meditasi adalah obat untuk menghilantgkan rasa sakit. Foto/Istomewa.
A
A
A
JAKARTA - Sakit punggung bisa menyerang kapan saja dan bisa berdampak negatif pada kehidupan seseorang. Para ahli percaya emosi negatif dapat memengaruhi nyeri punggung bawah dan berhipotesis bahwa meditasi adalah obat yang lebih baik daripada obat penghilang rasa sakit.
Faktor emosional yang dapat meningkatkan risiko sakit punggung seseorang menjadi kronis meliputi, percaya bahwa rasa sakit dan aktivitas itu berbahaya. Ini merupakan keyakinan seseorang, tetapi bisa diperkuat oleh anggota keluarga yang berusaha melindungi mereka.
Baca juga: Song Joong Ki Kembali Banyak Bicara Usai Cerai dengan Song Hye Kyo
Selain itu, tindakan negatif dapat memperkuat keyakinan bahwa seseorang sedang tidak sehat, misalnya, berbaring di tempat tidur untuk waktu yang lama. Memiliki suasana hati yang rendah atau negatif, depresi, kecemasan atau stres. Memiliki harapan rendah tentang seberapa baik pengobatan akan berhasil.
Faktor lainnya berupa mengandalkan terlalu banyak pada perawatan pasif atau tidak mengharapkan seseorang melakukan apa pun, seperti obat penghilang rasa sakit, kompres panas dan dingin, pijat dan elektroterapi. Orang dapat mencari dukungan psikologis untuk membantu pemulihan punggung mereka.
Faktor emosional yang dapat meningkatkan risiko sakit punggung seseorang menjadi kronis meliputi, percaya bahwa rasa sakit dan aktivitas itu berbahaya. Ini merupakan keyakinan seseorang, tetapi bisa diperkuat oleh anggota keluarga yang berusaha melindungi mereka.
Baca juga: Song Joong Ki Kembali Banyak Bicara Usai Cerai dengan Song Hye Kyo
Selain itu, tindakan negatif dapat memperkuat keyakinan bahwa seseorang sedang tidak sehat, misalnya, berbaring di tempat tidur untuk waktu yang lama. Memiliki suasana hati yang rendah atau negatif, depresi, kecemasan atau stres. Memiliki harapan rendah tentang seberapa baik pengobatan akan berhasil.
Faktor lainnya berupa mengandalkan terlalu banyak pada perawatan pasif atau tidak mengharapkan seseorang melakukan apa pun, seperti obat penghilang rasa sakit, kompres panas dan dingin, pijat dan elektroterapi. Orang dapat mencari dukungan psikologis untuk membantu pemulihan punggung mereka.
Lihat Juga :