Membuang Sampah Sembarangan Bisa Akibatkan Masalah Kesehatan yang Serius
Jum'at, 19 Februari 2021 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Padahal sampah-sampah tersebut sudah terkontaminasi oleh bakteri Leptospira yang berasal dari urine tikus dan sapi. Kemudian, jika kita berada di air yang terkontaminasi dalam waktu lama atau terjadi kontak melalui luka terbuka maka akan mudah terinfeksi leptospirosis.
"Kita harus waspada pada penyakit ini karena tidak hanya terjadi demam dan alergi, tetapi menjadi pintu bagi penderitanya dapat terserang meningitis (radang selaput otak)," sebut Health Claim Senior Manager Sequis, dr. Yosef Fransiscus, Jumat (19/2).
Menurutnya, masalah sampah tidak hanya terjadi di daratan. Paparan bahan kimia, seperti timbal, tembaga, dan klorin dan sampah plastik juga sudah mencemari laut dan sungai. Apabila bahan kimia dan mikroplastik dikonsumsi oleh hewan laut, lalu kita mengonsumsinya maka dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Misalnya, seafood yang sudah tercemar merkuri, jika dikonsumsi dalam waktu yang panjang, terutama bagi mereka yang memiliki kekebalan tubuh rendah dapat timbul berbagai masalah kesehatan, seperti rusaknya sistem saraf, gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin pada ibu hamil.
"Padahal, seafood merupakan sumber makanan yang tinggi protein, mineral, lemak tak jenuh, serta asam omega-3. Sungguh sangat disayangkan bukan? Sampah juga dapat mengontaminasi udara jika dibakar karena senyawa hasil pembakaran sampah dapat meningkatkan risiko infeksi paru serta gangguan pada saraf, penyakit jantung, dan kanker," papar dr Yosef.
"Kita harus waspada pada penyakit ini karena tidak hanya terjadi demam dan alergi, tetapi menjadi pintu bagi penderitanya dapat terserang meningitis (radang selaput otak)," sebut Health Claim Senior Manager Sequis, dr. Yosef Fransiscus, Jumat (19/2).
Menurutnya, masalah sampah tidak hanya terjadi di daratan. Paparan bahan kimia, seperti timbal, tembaga, dan klorin dan sampah plastik juga sudah mencemari laut dan sungai. Apabila bahan kimia dan mikroplastik dikonsumsi oleh hewan laut, lalu kita mengonsumsinya maka dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Misalnya, seafood yang sudah tercemar merkuri, jika dikonsumsi dalam waktu yang panjang, terutama bagi mereka yang memiliki kekebalan tubuh rendah dapat timbul berbagai masalah kesehatan, seperti rusaknya sistem saraf, gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin pada ibu hamil.
"Padahal, seafood merupakan sumber makanan yang tinggi protein, mineral, lemak tak jenuh, serta asam omega-3. Sungguh sangat disayangkan bukan? Sampah juga dapat mengontaminasi udara jika dibakar karena senyawa hasil pembakaran sampah dapat meningkatkan risiko infeksi paru serta gangguan pada saraf, penyakit jantung, dan kanker," papar dr Yosef.
Lihat Juga :