Setahun Pandemi, Pencegahan Covid-19 Jangan Sampai Kendur

Sabtu, 06 Maret 2021 - 21:09 WIB
loading...
Setahun Pandemi, Pencegahan...
Salah satu yang perlu dipercepat adalah adalah testing, selama ini rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah dua juta orang dalam sehari. / Foto: ilustrasi/dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 sudah berlangsung setahun di Indonesia. Selama itu, jutaan orang telah terinfeksi, puluhan ribu orang meninggal dunia. Namun bersamaan dengan itu, berbagai langkah telah ditempuh pemerintah, dari penerapan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker), 3T (testing, tracing, dan treatment), hingga sosialisasi lain. Dampaknya angka kesembuhan pun ikut bertambah banyak.

Baca juga: Bergelimang Materi, Arya Saloka Tetap Pilih Hidup Sederhana

Menanggapi hal itu, dr. Koko Andi Khomeini SpPD mengatakan bahwa langkah pemerintah selama ini sudah tepat. Dia melihat promosi perbaikan tetap jalan, vaksinasi Covid-19 yang tengah berlangsung harus terus didukung.

"Begitu pula penerapan 3M dan 3T. Yang selama ini sudah ada, sudah bagus. Tinggal dipercepat, dan diekskalasi," ujar dr. Koko dalam keterangan resminya, baru-baru ini.

Menurutnya, salah satu yang perlu dipercepat adalah adalah testing. Selama ini rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah dua juta orang dalam sehari. Namun yang masih terjadi kini perlu waktu 6-15 minggu untuk mencapai angka 2 juta.

Sedangkan mengenai vaksinasi, seperti vaksinasi mandiri atau gotong royong yang diusung oleh usaha swasta, dr. Koko menyambutnya positif.

Dia menuturkan bahwa vaksinasi Covid-19 harus melibatkan semua pihak. Kedua, vaksinasi memiliki target sebagai upaya untuk menyehatkan bangsa dan negara, sehingga akses harus diberikan seluas mungkin. "Ketiga, vaksin harus tersedia. Setelah vaksin tersedia, target vaksinasi harus diberikan seluas mungkin dan lebih cepat dan gratis," tuturnya.

Dokter Koko juga mengatakan bahwa penanganan Covid-19 jangan sampai kendur. Berbagai program harus tetap dilanjutkan dan ditingkatkan. Tidak hanya menggencarkan program vaksinasi massal untuk mengatasi Covid-19, pemerintah pun menggalakkan program 3T.

"Tujuannya, untuk melacak penyebaran Covid-19 dari seseorang yang sudah dinyatakan positif terpapar Covid-19. Belakangan ini pelacakan juga digelar hingga tingkat pedesaan," terang dr. Koko.

Pelacakan menjadi penting apalagi belakangan ini di Indonesia ditemukan 2 kasus Covid-19 varian baru asal Inggris, yaitu varian B117. Dari beberapa penelitian dan evidence di negara lain, varian baru terbukti lebih cepat menular namun tidak lebih mematikan.

Dalam hal ini, Pemerintah memperkuat kapasitas laboratorium untuk mendeteksi virus varian baru di seluruh Indonesia. Saat ini baru diketemukan 2 dari 462 sampel yang sudah diperiksa. "Adanya varian tersebut akan mendorong pemerintah untuk melakukan pengembangan riset yang semakin cepat, penanganan yang lebih baik dan studi epidemiologis secara analitik," ungkap dr. Koko.

Baca juga: Joseon Exorcist Rilis Teaser Bertempur Melawan Mayat Hidup

Namun demikian vaksin Covid-19 yang sudah diberikan kepada masyarakat diklaim bisa mencegah varian baru virus Covid-19 dari Inggris tersebut dan juga dari Afrika Selatan. Jadi anggota masyarakat baik yang sudah divaksin maupun yang belum divaksin tak perlu khawatir mengenai keamanan dan kemampuan vaksin Covid-19 mencegah dua varian tersebut.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui
Jerinx SID Unggah Foto...
Jerinx SID Unggah Foto Pakai Baju Bali Tolak Rapid, Sentil Soal Konspirasi Covid 19 di Epstein Files
Jerinx SID Sebut Dulu...
Jerinx SID Sebut Dulu Omongannya Soal Hubungan Covid-19 dan Epstein Files Dianggap Halu
Ariana Grande Positif...
Ariana Grande Positif Covid Kedua Kalinya di Tengah Promosi Film Wicked: For Good
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Flying Flea C6 Motor...
Flying Flea C6 Motor Listrik Pertama Royal Enfield Diperkenalkan
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Berita Terkini
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 7: Mila Tidak Sanggup Lagi Mempertahankan Rumah Tangganya
Sensasi Merayakan Cinta...
Sensasi Merayakan Cinta di Kapel Tebing Bali 70 Meter di Atas Samudera Hindia
Tiara Andini dan Alshad...
Tiara Andini dan Alshad Ahmad Sama-sama di Los Angeles, Warganet Ramai Berspekulasi
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved