Hipospadias yang Diidap Aprilia Manganang Bukan Transgender, Ini Letak Perbedaannya
Kamis, 11 Maret 2021 - 13:35 WIB
loading...
Aprilia Manganang. Foto/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Aprilia Manganang dipastikan mengidap hipospadias . Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa juga sudah menegaskan bahwa mantan atlet voli tersebut bukan seorang waria atau transgender. Aprilia terlahir sebagai laki-laki dengan kelainan yang disebut hipospadias.
"Sersan Manganang ini bukan transgender, bukan juga interseks. Tidak masuk dalam kategori itu semua. Karena memang kelainan yang dialami adalah hipospadias," tegas Jenderal Andika.
Baca Juga: Kronologi Aprilia Manganang Akhirnya Dinyatakan Pria
"Anak ini termasuk dalam kasus hipospadias serius sehingga paramedis yang membantu kelahirannya, dan orangtua menilai secara fisik bahwa dia perempuan," sambungnya.
Sementara itu, hipospadias dan waria merupakan kondisi yang berbeda. Dilansir dari Mayo Clinic, Kamis (11/3), hipospadias merupakan cacat lahir (kondisi bawaan) di mana pembukaan uretra berada di bagian bawah penis bukan di ujung. Uretra adalah saluran di mana urin mengalir dari kandung kemih dan keluar dari tubuh.
Hipospadias sering terjadi dan tidak menyebabkan kesulitan dalam merawat bayi. Pembedahan biasanya mengembalikan tampilan normal penis. Dengan pengobatan hipospadias yang berhasil, kebanyakan pria dapat buang air kecil dan memiliki reproduksi normal.
Hipospadias hadir saat lahir atau bawaan. Ketika penis berkembang pada janin laki-laki, hormon tertentu merangsang pembentukan uretra dan kulup. Hipospadias terjadi ketika ada kerusakan akibat kerja hormon-hormon ini, menyebabkan uretra berkembang secara tidak normal.
"Sersan Manganang ini bukan transgender, bukan juga interseks. Tidak masuk dalam kategori itu semua. Karena memang kelainan yang dialami adalah hipospadias," tegas Jenderal Andika.
Baca Juga: Kronologi Aprilia Manganang Akhirnya Dinyatakan Pria
"Anak ini termasuk dalam kasus hipospadias serius sehingga paramedis yang membantu kelahirannya, dan orangtua menilai secara fisik bahwa dia perempuan," sambungnya.
Sementara itu, hipospadias dan waria merupakan kondisi yang berbeda. Dilansir dari Mayo Clinic, Kamis (11/3), hipospadias merupakan cacat lahir (kondisi bawaan) di mana pembukaan uretra berada di bagian bawah penis bukan di ujung. Uretra adalah saluran di mana urin mengalir dari kandung kemih dan keluar dari tubuh.
Hipospadias sering terjadi dan tidak menyebabkan kesulitan dalam merawat bayi. Pembedahan biasanya mengembalikan tampilan normal penis. Dengan pengobatan hipospadias yang berhasil, kebanyakan pria dapat buang air kecil dan memiliki reproduksi normal.
Hipospadias hadir saat lahir atau bawaan. Ketika penis berkembang pada janin laki-laki, hormon tertentu merangsang pembentukan uretra dan kulup. Hipospadias terjadi ketika ada kerusakan akibat kerja hormon-hormon ini, menyebabkan uretra berkembang secara tidak normal.
Lihat Juga :