3 Juta Masker Terbuang Tiap Menit Menjadi Ancaman Lingkungan
Selasa, 23 Maret 2021 - 15:50 WIB
loading...
A
A
A
Dilansir dari Fox News, Selasa (23/3) namun tidak seperti botol plastik, sekitar 25% di antaranya didaur ulang. Tidak ada panduan resmi tentang daur ulang masker, membuatnya lebih mungkin untuk dibuang sebagai limbah padat.
"Jika tidak dikumpulkan dan dikelola dengan benar, masker dapat diangkut dari darat ke air tawar dan lingkungan laut melalui aliran permukaan, aliran sungai, arus laut, angin, dan hewan (melalui belitan atau tertelan)," tulis para peneliti.
Baca Juga : Para Suami, Catat Ini Cara Agar Tidak Loyo Ketika Hubungan Seks
"Penggunaan masker limbah semakin meningkat. Dilaporkan di lingkungan yang berbeda dan media sosial telah berbagi tentang satwa liar yang terjerat tali elastis dari masker," lanjutnya.
Seperti sampah plastik lainnya, masker sekali pakai dapat menumpuk dan melepaskan zat kimia dan biologis berbahaya, seperti bisphenol A, logam berat, serta mikro-organisme patogen. Selain itu, penyerapan partikel plastik kecil diketahui menyebabkan efek kesehatan yang merugikan dengan tiga cara utama yaitu toksisitas partikel, toksisitas kimiawi, dan vektor mikroorganisme patogen.
"Jika tidak dikumpulkan dan dikelola dengan benar, masker dapat diangkut dari darat ke air tawar dan lingkungan laut melalui aliran permukaan, aliran sungai, arus laut, angin, dan hewan (melalui belitan atau tertelan)," tulis para peneliti.
Baca Juga : Para Suami, Catat Ini Cara Agar Tidak Loyo Ketika Hubungan Seks
"Penggunaan masker limbah semakin meningkat. Dilaporkan di lingkungan yang berbeda dan media sosial telah berbagi tentang satwa liar yang terjerat tali elastis dari masker," lanjutnya.
Seperti sampah plastik lainnya, masker sekali pakai dapat menumpuk dan melepaskan zat kimia dan biologis berbahaya, seperti bisphenol A, logam berat, serta mikro-organisme patogen. Selain itu, penyerapan partikel plastik kecil diketahui menyebabkan efek kesehatan yang merugikan dengan tiga cara utama yaitu toksisitas partikel, toksisitas kimiawi, dan vektor mikroorganisme patogen.
Lihat Juga :