Bak Cerita Dongeng, Begini Perjalanan Cinta Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip

loading...
Bak Cerita Dongeng, Begini Perjalanan Cinta Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip
Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip di tahun 1972. Foto/Getty Images/Fox Photos
JAKARTA - Perjalanan cinta Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip layaknya cerita dongeng. Kisah cinta keduanya dipenuhi intrik sekaligus romantisme.

Kisah cinta Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip diawali dengan penentangan oleh ayah Ratu Elizabeth II, yakni Raja George VI. Ayah Ratu Elizabeth II yang sempat tidak menyetujui kehadiran Philip dalam hidup sang putri, menjadi kisah nyata tentang bagaimana Ratu Elizabeth II dan suaminya selama hampir 74 tahun itu saling jatuh cinta. Seorang putri muda bertemu dengan pangeran yang gagah ketika dia baru berusia 13 tahun menjadi kisah cinta legendaris nan romantis di Inggris.

Baca Juga: Pangeran Philip, si Pria Atletis yang Tak Suka Tampil Mencolok

Semasa remaja, Elizabeth dan Philip berkorespondensi sebagai teman selama bertahun-tahun sebelum hubungan romantis keduanya berkembang. Namun, sebuah artikel di majalah Time pada 1957 menunjukkan bahwa ayah sang putri, sangat tidak menyetujui hubungan tersebut.



"Terlepas dari latar belakang Philip di Inggris dan catatan perangnya yang bagus, Raja George VI sangat khawatir tentang bagaimana opini masyarakat Inggris. Ditambah, Philip memiliki akar keturunan Jerman dan punya kerabat Nazi, sehingga tidak dianggap sebagai pilihan yang tepat untuk sang putri,” tulis majalah Time, seperti yang dikutip dari laman rd.com, Sabtu (10/4).

Ratu Elizabeth II mungkin tidak ingin masyarakat Inggris tahu bahwa dia harus membela dan memperjuangkan cintanya untuk Pangeran Philip kala itu. Tetapi, keinginan kuat sang Ratu akhirnya memenangkan hati ayahnya dan juga negara. Pasangan itu pun lantas menikah pada 20 November 1947.

Sebagai pendamping Ratu Inggris, Pangeran Philip tidak terintimidasi oleh status istrinya yang kuat. Pangeran Philip selalu berdiri di sisi Ratu, dan pada kenyataannya, Pangeran Philip menjadi satu-satunya orang yang memperlakukan Ratu layaknya manusia biasa.

"Pangeran Philip adalah satu-satunya laki-laki di dunia yang memperlakukan Ratu sebagai manusia. Saya pikir dia menghargai itu," kata mantan sekretaris pribadi sang Ratu, Lord Charteris.

Meski terbilang jarang mengungkapkan perasaan kepada suaminya, Ratu sendiri telah mengakui bahwa dia tidak bisa jauh dari suaminya.

“Philip, secara sederhana, telah menjadi kekuatan saya dan bertahan selama ini. Saya berutang padanya, utang yang lebih besar dari yang pernah dia klaim atau kita pernah tahu,” ujar Ratu Elizabeth II pada satu kesempatan.



Baca Juga: Di Hari Kematian Pangeran Philip, Pangeran Charles dan Camilla Harusnya Rayakan Anniversary Pernikahan

Sementara Pangeran Philip terkadang membuat surat cinta romantis untuk sang istri. “Surat cinta itu bertulis: 'Kami telah terhindar dari perang dan melihat kemenangan, telah diberi kesempatan untuk beristirahat dan untuk menyesuaikan diri, untuk jatuh cinta sepenuhnya dan tanpa syarat, membuat semua masalah pribadi dan bahkan dunia tampak kecil dan kecil',” beber Charteris.

Selama bertahun-tahun, Pangeran Philip juga memberi hadiah cantik untuk istrinya seperti bros ruby dan berlian yang dia sukai untuk acara liburan. Sebagai imbalan, Ratu Elizabeth II pun memberinya gelar ksatria pada ulang tahun pernikahan mereka yang ke-70 beberapa waktu lalu.
(tsa)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top