Kenali Perbedaan B117, B1351, P1, dan B1617, Empat Varian Baru Virus COVID-19
Minggu, 09 Mei 2021 - 10:50 WIB
loading...
A
A
A
New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG) United Kingdom menyimpulkan, transmisi yang lebih cepat ini mungkin hasil dari salah satu mutasi pada lonjakan protein varian mutasi yang disebut "N501Y". Disebut N501Y, karena itu berkaitan dengan peningkatan pengikatan virus ke reseptor yang ditemukan di permukaan pada banyak sel di manusia, yang disebut ACE2. Kemungkinan itu artinya B117 bahkan lebih efisien dalam memasuki sel di tubuh manusia. Penelitian dari Public Health England menyebutkan, varian Inggris ini lebih menular antara 30%-50%.
2. Strain Afrika Selatan
Memiliki kode B1351. Varian ini pertama kali terdeteksi di Nelson Mandela Bay, Afrika Selatan, pada Oktober 2020. Sejak itu telah menyebar setidaknya ke lebih dari 30 negara di dunia, termasuk Indonesia.
Meski sama dengan varian Inggris yang memiliki mutasi N501Y pada protein lonjakan, yang berarti lebih efisien dalam mendapatkan akses ke sel tubuh manusia untuk bereplikasi yang memicu penyebarannya yang cepat, tapi tak hanya satu, varian Afrika Selatan ini juga disebutkan memuat beberapa mutasi lain yang berkaitan. Dua di antaranya yang dinamai E484K dan K417N, berdampak buruk bagi sistem kekebalan manusia karena dua mutasi tersebut mampu menghindar dari antibodi, bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang membantu tubuh melawan infeksi.
Meski demikian, sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan varian virus asal Afrika Selatan itu lebih mematikan daripada varian virus asli penyebab COVID-19.
3. Strain Brasil
2. Strain Afrika Selatan
Memiliki kode B1351. Varian ini pertama kali terdeteksi di Nelson Mandela Bay, Afrika Selatan, pada Oktober 2020. Sejak itu telah menyebar setidaknya ke lebih dari 30 negara di dunia, termasuk Indonesia.
Meski sama dengan varian Inggris yang memiliki mutasi N501Y pada protein lonjakan, yang berarti lebih efisien dalam mendapatkan akses ke sel tubuh manusia untuk bereplikasi yang memicu penyebarannya yang cepat, tapi tak hanya satu, varian Afrika Selatan ini juga disebutkan memuat beberapa mutasi lain yang berkaitan. Dua di antaranya yang dinamai E484K dan K417N, berdampak buruk bagi sistem kekebalan manusia karena dua mutasi tersebut mampu menghindar dari antibodi, bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang membantu tubuh melawan infeksi.
Meski demikian, sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan varian virus asal Afrika Selatan itu lebih mematikan daripada varian virus asli penyebab COVID-19.
3. Strain Brasil
Lihat Juga :