Sejarah Singkat Hocho, Pisau Dapur Jepang yang Digunakan Banyak Chef

Sabtu, 22 Mei 2021 - 21:09 WIB
loading...
Sejarah Singkat Hocho,...
Pisau dapur Jepang atau yang biasa disebut dengan Hocho memiliki material dan desain yang berasal dari pedang yang biasa dipakai oleh para Samurai. / Foto: ist
A A A
JAKARTA - Dunia masak memasak memang selalu menarik dan menyenangkan. Tidak hanya pada ranah rumah tangga, memasak kini sudah berkembang ke arah yang lebih profesional. Dan yang menakjubkan, memasak telah menjadi tren tersendiri di tengah masyarakat.

Baca juga: Kecantikan Tukang Bangunan Ini Bikin Heboh Jagat Maya

Perkembangan tren memasak mendorong sejumlah produsen alat-alat masak untuk mengeluarkan produk-produk unggulannya. Pisau misalnya, salah satu alat yang sangat diperlukan kala memasak di dapur ini terus mengalami inovasi. Tak hanya produsen pisau dalam negeri, produsen pisau internasional juga terus berupaya merebut pasar peralatan dapur dan memasak.

Shinsei.id, salah satu pemasok brand-brand pisau Jepang di Indonesia, memiliki segudang koleksi pisau dapur yang menjadi incaran para juru masak profesional. Tidak hanya dari segi kegunaan, pisau dapur yang disalurkan Shinsei.id ini memiliki story telling dan sejarah yang menarik.

Pisau dapur Jepang atau yang biasa disebut dengan Hocho memiliki material dan desain yang berasal dari pedang yang biasa dipakai oleh para Samurai. Pada saat pedang yang menjadi identitas seorang Samurai tidak lagi diperlukan, para pandai besi di Negeri Sakura itu pun berubah haluan membuat Hocho. Bukan tanpa sebab, pisau dapur pada awal abad 19 mengalami lonjakan permintaan.

Hocho modern pertama yang diproduksi di Jepang adalah pisau bermata satu Yanagiba yang memiliki bentuk memanjang. Pisau ini digunakan untuk memotong makanan seperti ikan untuk sashimi dan sejumlah bahan baku masakan lainnya.

Hocho lainnya yang juga populer pada masa itu adalah Deba. Pisau tersebut memiliki punggung lebih tebal dari mata pisaunya. Deba lazim digunakan untuk memotong ikan dengan tulangnya.

Biasanya, bila seorang juru masak memiliki Deba, sudah pasti memiliki Nakiri. Pisau yang mempunyai bentuk seperti golok dapur China ini lebih sering digunakan untuk memotong sayuran.

"Deretan Hocho atau pisau tersebut dibuat berdasarkan sejarah dan jenis makanan yang dikonsumsi orang Jepang yang kala itu mayoritas mengkonsumsi sayuran dan ikan," kata Viki Jaya, pemilik brand pisau Jepang Shinsei.id, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (22/5).

Ketika Jepang membuka diri pada 1853, pasca mengisolasi diri lebih dari 200 tahun, invasi makanan dari belahan bumi bagian Barat yang notabene berbahan dasar daging benar-benar merubah tren alat-alat masak di Jepang.

Sebagai bentuk adaptasi yang cepat, lahirlah varian pisau baru seperti Gyuto, Santoku, dan Sujihiki. Varian baru Hocho tersebut merupakan perpaduan antara pisau Barat dan pisau Jepang yang mempunyai kegunaaan untuk mengolah bahan makanan dari daging.

Di Jepang, Hocho kerap dianggap seperti bagian dari tubuh dari seorang juru masak. Seorang juru masak atau yang kini dikenal dengan sebutan Chef dianggap sudah dewasa dan mempunyai jam terbang yang tinggi ketika mereka tidak hanya dapat menggunakan pisaunya dengan baik, tetapi juga merawatnya dengan baik.

Karena itu, seorang Chef di Jepang akan selalu memberi perhatian lebih pada pisau-pisaunya. Mereka bahkan punya jadwal khusus untuk memoles dan mempertajam pisau setiap selesai memasak.

Kebudayaan Jepang yang dikenal apik dalam memelihara benda itu pun benar-benar menjadi perhatian para produsen Hocho. Mereka sengaja membuat pisau yang dapat diasah dan ditajamkan kembali ketika sudah mulai tumpul. Begitu juga dengan gagang pisaunya, dibuat untuk dapat digantikan dengan yang baru dan direstorasi berkali-kali.

Baca juga: Studi: Terdapat Korelasi Antara Vitamin D dengan Penyakit Autoimun

"Para Chef di Jepang bahkan selalu menjaga pisau-pisau miliknya seperti mereka menjaga diri mereka sendiri," tukas Viki.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Talenan Kayu Menghitam,...
Talenan Kayu Menghitam, Masih Aman Digunakan? Ini Penjelasan Ahli IPB
Kitchen Sink Rockgranite...
Kitchen Sink Rockgranite dan Ferrara Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Dapur yang Trendy dan Fungsional
3 Produk Inovatif yang...
3 Produk Inovatif yang Bikin Masak Jadi Makin Mudah, Praktis, dan Sehat
5 Tips Mudah Membersihkan...
5 Tips Mudah Membersihkan Wajan Gosong, Bisa Gunakan Cuka hingga Lemon
Bersih & Kesat! Simak...
Bersih & Kesat! Simak Cara Mencuci Piring yang Benar Berikut Ini
Cuma 3 Hari! Perlengkapan...
Cuma 3 Hari! Perlengkapan Masak Diskon s.d 87% + Gratis Ongkir di AladinMall, Buruan Borong
Bisa Potong Sapi, Nissan...
Bisa Potong Sapi, Nissan Luncurkan Nismo Paling Tajam di Dunia
Indonesia Design Week...
Indonesia Design Week 2024, BLANCO Perkenalkan Keran Teknologi Sensor
Polisi Sita Pisau hingga...
Polisi Sita Pisau hingga Kampak dari 3 Pelaku Tawuran yang Tewaskan 1 Pelajar di Depok
Rekomendasi
Pakar: Tanpa Bukti Kuat,...
Pakar: Tanpa Bukti Kuat, Penyebutan 26 Nama dalam Dugaan Korupsi MBG Bisa Berujung Pidana
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Berita Terkini
Betrand Peto Mengaku...
Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah, KPAI Sarankan Segera Lapor Polisi
Perluas Jaringan di...
Perluas Jaringan di 30 Titik Indonesia, Nia Nature Sediakan Suplemen Herbal Berstandar BPOM
Pernikahan Jennifer...
Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Digarap EO Milik Thariq Halilintar
Rahasia Kelam di Balik...
Rahasia Kelam di Balik Vila Terpencil dalam Microdrama The Villa Girl's Secret V+Short
Wakili Kaum Muda, Joshua...
Wakili Kaum Muda, Joshua SEVENTEEN Akan Berpidato di Markas UNESCO Paris
Kisah Seru Benci Jadi...
Kisah Seru Benci Jadi Cinta di Microdrama The Scholarship Boy Stole My Heart V+Short
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved