Studi: Terdapat Korelasi Antara Vitamin D dengan Penyakit Autoimun
Sabtu, 22 Mei 2021 - 20:42 WIB
loading...
Berdasarkan tinjauan Autoimmunity Reviews terdapat korelasi antara vitamin D dengan penyakit autoimun yang terjadi. / Foto: ilustrasi/ist
A
A
A
JAKARTA - Kekurangan vitamin D secara luas dianggap sebagai penyebab penyakit autoimun. Namun, berdasarkan tinjauan Autoimmunity Reviews terdapat korelasi antara vitamin D dengan penyakit autoimun yang terjadi.
Baca juga: 5 Tahun Idap Gejala Autoimun, Cita Citata Kini Pilih Makanan Kaya Serat
Penelitian tersebut menyatakan bahwa vitamin D memiliki potensi memperburuk penyakit autoimun . Berdasarkan penelitian yang ditulis tim peneliti di Yayasan Penelitian Autoimunitas yang berbasis di California, ahli biologi molekuler mengetahui satu hal yang menarik.
Mereka mengetahui bahwa bentuk vitamin D berasal dari makanan dan suplemen, 25-hidroksivitamin D (25- D) lebih mirip sekosteroid daripada vitamin. Layaknya obat kortikosteroid, vitamin D dapat memberikan bantuan jangka pendek dengan menurunkan peradangan.
Namun, tetap dapat memperburuk gejala penyakit dalam jangka panjang. Penjelasan itu didasarkan pada penelitian molekuler yang menunjukkan bahwa 25-D lebih menonaktifkan daripada mengaktifkan reseptor vitamin D atau VDR.
Baca juga: 5 Tahun Idap Gejala Autoimun, Cita Citata Kini Pilih Makanan Kaya Serat
Penelitian tersebut menyatakan bahwa vitamin D memiliki potensi memperburuk penyakit autoimun . Berdasarkan penelitian yang ditulis tim peneliti di Yayasan Penelitian Autoimunitas yang berbasis di California, ahli biologi molekuler mengetahui satu hal yang menarik.
Mereka mengetahui bahwa bentuk vitamin D berasal dari makanan dan suplemen, 25-hidroksivitamin D (25- D) lebih mirip sekosteroid daripada vitamin. Layaknya obat kortikosteroid, vitamin D dapat memberikan bantuan jangka pendek dengan menurunkan peradangan.
Namun, tetap dapat memperburuk gejala penyakit dalam jangka panjang. Penjelasan itu didasarkan pada penelitian molekuler yang menunjukkan bahwa 25-D lebih menonaktifkan daripada mengaktifkan reseptor vitamin D atau VDR.
Lihat Juga :