GKIA: Memprihatinkan, Kental Manis Masih Diberikan buat Bayi dan Anak-Anak
Selasa, 25 Mei 2021 - 09:09 WIB
loading...
Kental manis tidak boleh diberikan kepada bayi dan anak-anak karena kandungan gulanya yang cukup tinggi. / Foto: ilustrasi/Helathline
A
A
A
JAKARTA - Koordinator Presidium Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA)yang juga Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia(AIMI),Nia Umar sangat prihatin dengan kondisi masih banyaknya ibu-ibu yang memberikan kental manis kepada bayi dan anak-anak mereka. Menurutnya, itu tidak boleh diberikan kepada bayi dan anak-anak karena kandungan gulanya yang cukup tinggi.
Baca juga: 5 Alasan Harus Melakuan Seks Pagi Hari, Banyak Manfaatnya Lho
"Sebetulnya memang kondisi ini sangat memprihatinkan, karena sebenarnya susu kental manis itu tidak boleh diberikan kepada bayi dan anak. Itu hanya untuk toping buat makanan seperti es campur ataupun buat kopi. Itu pun sebenarnya tinggi gula sekali. Jadi, memang sangat disayangkan jika masih banyak ibu yang memberikannya kepada anak-anak, apalagi bayi mereka," ujar dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/5).
Menurutnya, konsumsi minuman dengan kadar gula sangat tinggi seperti SKM ini merupakan indikator asupan makanan yang buruk, karena merupakan konsumsi yang tinggi kalori. Kalori yang didapat dari gula memberikan nilai gizi yang rendah yang menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat.
"Jadi, tingginya kadar gula pada SKM membuat produk ini tidak sehat untuk dikonsumsi terutama oleh balita, anak-anak dan remaja, karena risiko kerusakan gigi, obesitas dan penyakit degeneratif yang akan terbawa sampai dewasa," ujarnya.
Baca juga: 5 Alasan Harus Melakuan Seks Pagi Hari, Banyak Manfaatnya Lho
"Sebetulnya memang kondisi ini sangat memprihatinkan, karena sebenarnya susu kental manis itu tidak boleh diberikan kepada bayi dan anak. Itu hanya untuk toping buat makanan seperti es campur ataupun buat kopi. Itu pun sebenarnya tinggi gula sekali. Jadi, memang sangat disayangkan jika masih banyak ibu yang memberikannya kepada anak-anak, apalagi bayi mereka," ujar dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/5).
Menurutnya, konsumsi minuman dengan kadar gula sangat tinggi seperti SKM ini merupakan indikator asupan makanan yang buruk, karena merupakan konsumsi yang tinggi kalori. Kalori yang didapat dari gula memberikan nilai gizi yang rendah yang menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat.
"Jadi, tingginya kadar gula pada SKM membuat produk ini tidak sehat untuk dikonsumsi terutama oleh balita, anak-anak dan remaja, karena risiko kerusakan gigi, obesitas dan penyakit degeneratif yang akan terbawa sampai dewasa," ujarnya.
Lihat Juga :