Mengulik Sejarah Betawi, Suku Asli Jakarta sejak Zaman Kolonial Belanda
Selasa, 22 Juni 2021 - 21:42 WIB
loading...
Kawasan Setu Babakan di Jagakarsa menjadi cagar budaya Betawi. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kota Jakarta identik dengan Betawi, yang merupakan suku asli di Ibu Kota. Orang Betawi banyak bermukim di Jakarta serta daerah-daerah penyangganya seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Dikutip dari buku ‘Masyarakat dan Budaya’, sejak zaman kolonial Belanda, orang Betawi sudah ada di wilayah Jayakarta dan Sunda Kelapa yang kini diubah menjadi Jakarta. Sejak itu tempat tinggal orang Betawi tidak pernah berpindah-pindah.
Baca Juga: Ondel-Ondel, Bukan Sekadar Boneka Besar khas Betawi
Persebaran suku Betawi yang cukup masif di beberapa wilayah menjadikannya memiliki banyak kebiasaan dan adat istiadat.
Dikutip dari pelbagai sumber Litbang MNC Portal Indonesia (MPI), suku Betawi mulai terbentuk pada abad ke-17 dan merupakan hasil akulturasi dari beberapa suku seperti Sumatera, Bali, Arab, China, hingga Portugis. Dikarenakan berasal dari berbagai latar belakang, penduduk ini mulai mencari identitas kelompok agar terbentuk masyarakat yang homogen dengan sendirinya.
Nama Betawi pun muncul, dan merupakan pemberian dari Belanda. Usut punya usut, Betawi diambil dari nama Jakarta pada masa itu, yakni Batavia. Julukan kaum Betawi juga mulai populer pada 1918 saat Mohammad Husni Thamrin membentuk ‘Kaum Betawi’.
Sejarah lain yang diungkap situs resmi Setu Babakan, bahwa orang Betawi selanjutnya mulai mencari tempat tinggal layak. Mulanya, mereka memutuskan untuk menghuni kawasan pesisir. Kemudian bergerak lagi ke tengah hingga pinggir kota.
Dikutip dari buku ‘Masyarakat dan Budaya’, sejak zaman kolonial Belanda, orang Betawi sudah ada di wilayah Jayakarta dan Sunda Kelapa yang kini diubah menjadi Jakarta. Sejak itu tempat tinggal orang Betawi tidak pernah berpindah-pindah.
Baca Juga: Ondel-Ondel, Bukan Sekadar Boneka Besar khas Betawi
Persebaran suku Betawi yang cukup masif di beberapa wilayah menjadikannya memiliki banyak kebiasaan dan adat istiadat.
Dikutip dari pelbagai sumber Litbang MNC Portal Indonesia (MPI), suku Betawi mulai terbentuk pada abad ke-17 dan merupakan hasil akulturasi dari beberapa suku seperti Sumatera, Bali, Arab, China, hingga Portugis. Dikarenakan berasal dari berbagai latar belakang, penduduk ini mulai mencari identitas kelompok agar terbentuk masyarakat yang homogen dengan sendirinya.
Nama Betawi pun muncul, dan merupakan pemberian dari Belanda. Usut punya usut, Betawi diambil dari nama Jakarta pada masa itu, yakni Batavia. Julukan kaum Betawi juga mulai populer pada 1918 saat Mohammad Husni Thamrin membentuk ‘Kaum Betawi’.
Sejarah lain yang diungkap situs resmi Setu Babakan, bahwa orang Betawi selanjutnya mulai mencari tempat tinggal layak. Mulanya, mereka memutuskan untuk menghuni kawasan pesisir. Kemudian bergerak lagi ke tengah hingga pinggir kota.
Lihat Juga :