Penelitian di Chili: Vaksin Sinovac Mampu Cegah Covid-19 Bergejala hingga Meninggal
Minggu, 11 Juli 2021 - 22:40 WIB
loading...
Penelitian di Chili sebut Vaksin Sinovac mampu cegah Covid-19. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kemampuan vaksin Sinovac untuk menangkal Covid-19 selama ini maesih menjadi perdebatan. Tapi ternyata negara Chili menjawab keraguan tersebut. Berdasarkan penelitian skala besar yang dilakukan di Chili terhadap vaksin Sinovac. Vaksin tersebut dinyatakan dapat mencegah yang bergejala hingga meninggal dunia akibat Covid-19.
Dokter Umum, dr. Adam Prabata melalui instagram pribadinya memaparkan hasil studi dari kurang lebih 10,2 juta orang terlibat dalam penelitian efektivitas vaksin Sinovac yang diselenggarakan di Chile.
"Baru-baru ini, penelitian skala besar di Chile menunjukkan efektivitas vaksin Sinovac untuk mencegah Covid-19 mulai dari yang bergejala hingga meninggal dunia akibat Covid-19," tulisnya pada caption di akun Instagram @adamprabata pada Minggu (11/7/2021).
Baca Juga : Beredar Harga 6 Jenis Vaksin Covid-19, Bio Farma dan IHC: Itu Kabar Lama yang Tak Benar
Penelitian tersebut melibatkan 10.2 juta orang untuk mengetahui efektivitas vaksin Sinovac yang diselenggarakan di Chile. Dari penelitian tersebut, 4.2 juta orang sudah mendapatkan 2 dosis vaksin, 500 ribu baru mendapatkan 1 dosis, dan 5.5 juta orang belum divaksinasi.
Dokter Umum, dr. Adam Prabata melalui instagram pribadinya memaparkan hasil studi dari kurang lebih 10,2 juta orang terlibat dalam penelitian efektivitas vaksin Sinovac yang diselenggarakan di Chile.
"Baru-baru ini, penelitian skala besar di Chile menunjukkan efektivitas vaksin Sinovac untuk mencegah Covid-19 mulai dari yang bergejala hingga meninggal dunia akibat Covid-19," tulisnya pada caption di akun Instagram @adamprabata pada Minggu (11/7/2021).
Baca Juga : Beredar Harga 6 Jenis Vaksin Covid-19, Bio Farma dan IHC: Itu Kabar Lama yang Tak Benar
Penelitian tersebut melibatkan 10.2 juta orang untuk mengetahui efektivitas vaksin Sinovac yang diselenggarakan di Chile. Dari penelitian tersebut, 4.2 juta orang sudah mendapatkan 2 dosis vaksin, 500 ribu baru mendapatkan 1 dosis, dan 5.5 juta orang belum divaksinasi.
Lihat Juga :