Epidemiolog Sebut Varian Lambda, Kappa, dan Delta Mampu Menginfeksi Manusia Kurang dari 1 Menit
Senin, 12 Juli 2021 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
Di saat yang bersamaan, dr. Dicky juga menjelaskan mengenai varian COVID-19 baru yang sedang diperbincangkan masyarakat.
“Jadi tidak ada perubahan (virus COVID-19) dari yang baru dan yang lama. Semuanya melalui airborne. Namun, yang membedakan adalah efektivitasnya. Pada varian Delta, Kappa, serta Lambda, cepat sekali dan efektif sekali dalam menularkan melalui udara,” terang dr. Dicky saat dihubungi MNC Portal, Senin (12/7).
Baca Juga: Netizen Ini Beberkan Cara Bedakan Oksimeter Asli dan Palsu, Videonya Viral
Dokter Dicky tidak bisa memungkiri bahwa masyarakat harus lebih waspada terhadap dua varian baru tersebut. Sebab, jika dilihat dari kemampuannya, varian tersebut memiliki efek yang jauh mengerikan, terutama pada cara mereka menularkan.
“Bahkan kalau bicara mengenai Kappa dan Delta, berdasarkan data di Australia, kurang dari satu menit sudah bisa menularkan pada orang lain yang sebelumnya membutuhkan 15 menit saat melakukan kontak erat. Sekarang justru tidak sampai 15 menit. Ini artinya memang virus tersebut semakin belajar saat menginfeksi manusia,” tuntasnya.
“Jadi tidak ada perubahan (virus COVID-19) dari yang baru dan yang lama. Semuanya melalui airborne. Namun, yang membedakan adalah efektivitasnya. Pada varian Delta, Kappa, serta Lambda, cepat sekali dan efektif sekali dalam menularkan melalui udara,” terang dr. Dicky saat dihubungi MNC Portal, Senin (12/7).
Baca Juga: Netizen Ini Beberkan Cara Bedakan Oksimeter Asli dan Palsu, Videonya Viral
Dokter Dicky tidak bisa memungkiri bahwa masyarakat harus lebih waspada terhadap dua varian baru tersebut. Sebab, jika dilihat dari kemampuannya, varian tersebut memiliki efek yang jauh mengerikan, terutama pada cara mereka menularkan.
“Bahkan kalau bicara mengenai Kappa dan Delta, berdasarkan data di Australia, kurang dari satu menit sudah bisa menularkan pada orang lain yang sebelumnya membutuhkan 15 menit saat melakukan kontak erat. Sekarang justru tidak sampai 15 menit. Ini artinya memang virus tersebut semakin belajar saat menginfeksi manusia,” tuntasnya.
(tsa)
Lihat Juga :