Epidemiolog Sebut Varian Lambda, Kappa, dan Delta Mampu Menginfeksi Manusia Kurang dari 1 Menit
Senin, 12 Juli 2021 - 19:09 WIB
loading...
Foto Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pandemi COVID-19 di Indonesia semakin memprihatinkan. Terlebih dengan munculnya sejumlah varian baru COVID-19 yang membuat situasi kesehatan bertambah parah.
Belum lama ini, masyarakat dihebohkan dengan risiko penularan dari varian Lambda dan Delta yang dapat menyebar cepat melalui udara. Tentu hal itu membuat masyarakat semakin takut dan khawatir, terutama yang masih suka beraktivitas di dalam ruangan maupun tempat-tempat publik seperti perkantoran dan kafe.
Baca Juga: Air Kelapa Dianggap Bisa Sembuhkan COVID-19, Ini Faktanya
Lantas, apakah benar kedua varian tersebut memiliki kemampuan menyebar melalui udara?
Menjawab hal tersebut, Epidemiolog Griffith University Australia dr. Dicky Budiman mengatakan, semua varian COVID-19 pada dasarnya menular melalui udara (airborne disease). Menurutnya, hal tersebut sudah bisa dipastikan karena buktinya sudah sangat kuat.
Belum lama ini, masyarakat dihebohkan dengan risiko penularan dari varian Lambda dan Delta yang dapat menyebar cepat melalui udara. Tentu hal itu membuat masyarakat semakin takut dan khawatir, terutama yang masih suka beraktivitas di dalam ruangan maupun tempat-tempat publik seperti perkantoran dan kafe.
Baca Juga: Air Kelapa Dianggap Bisa Sembuhkan COVID-19, Ini Faktanya
Lantas, apakah benar kedua varian tersebut memiliki kemampuan menyebar melalui udara?
Menjawab hal tersebut, Epidemiolog Griffith University Australia dr. Dicky Budiman mengatakan, semua varian COVID-19 pada dasarnya menular melalui udara (airborne disease). Menurutnya, hal tersebut sudah bisa dipastikan karena buktinya sudah sangat kuat.
Lihat Juga :