Farewell with the Chef: Komentar Pedas Netizen untuk Tim Merah
Rabu, 14 Juli 2021 - 13:01 WIB
loading...
Pada minggu lalu, para peserta Masterchef Indonesia berbahagia karena tidak ada yang tereliminasi. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Pada minggu lalu, para peserta Masterchef Indonesia berbahagia karena tidak ada yang tereliminasi. Mereka semua dibagi menjadi dua tim yang dipilih oleh captain masing-masing yang akan menghidangkan masakan mereka untuk crew dan cast Ikatan Cinta. Di Farewell With The Chef kali ini, Bryan, Jesselyn, Nadya, Thea dan La Ode akan menceritakan pengalaman memasak mereka pada minggu lalu. Penasaran seperti apa keseruannya?
Baca juga: Meminimalisir Terinfeksi Covid-19, Ini Tips Aman Beli Makanan Online
Bryan menjelaskan bahwa sebenarnya dalam galeri masterchef itu yang paling ditempa adalah mental. "Di galeri itu memang bener-bener permainan mental. Jadi kita semua memasak dengan basic skill yang sudah dipelajari, sisanya perang mental. Siapa yang paling kuat, dia yang bertahan," ujar Bryan. Kemudian muncul sebuah pertanyaan pedas dari penonton live chat. "Kalo udah tau ayamnya keasinan kok gak diganti sih?"
Jesselyn menjawab, "Karena disaat itu udah keburu di seasoning semua dan sudah ditepungin". Mereka memperbaiki itu semua dengan saus dan mashed potato, jadi kalau hanya makan ayam itu memang terasa asin. "Karena stok ayamnya juga dibatasi, kita masak untuk 20, mereka hanya menyediakan ekstra 2 sampai 3. Jadi kita gabisa ambil bahan dengan sesuka hati," ujar Nadya. La Ode sampai kebingungan ingin membacakan atau tidak pertanyaan dari penonton live chat karena dominan dengan komentar pedas.
Perasaan La Ode dan Bryan ketika melihat timnya melakukan pressure test memasak berada di bawah yaitu sangat senang. Karena mereka berdua dalam posisi aman dan tidak melakukan pressure test serta tidak memikirkan akan tereliminasi. Namun Bryan merasa empati ketika melihat Nadya, Thea dan Jesselyn merasa sangat panik ketika waktu berjalan. Mereka bertiga hanya mendapat alat tumbukan untuk memasak, dan semua alat memasak pun terbatas serta mencuci semuanya sendiri.
Baca juga: Meminimalisir Terinfeksi Covid-19, Ini Tips Aman Beli Makanan Online
Bryan menjelaskan bahwa sebenarnya dalam galeri masterchef itu yang paling ditempa adalah mental. "Di galeri itu memang bener-bener permainan mental. Jadi kita semua memasak dengan basic skill yang sudah dipelajari, sisanya perang mental. Siapa yang paling kuat, dia yang bertahan," ujar Bryan. Kemudian muncul sebuah pertanyaan pedas dari penonton live chat. "Kalo udah tau ayamnya keasinan kok gak diganti sih?"
Jesselyn menjawab, "Karena disaat itu udah keburu di seasoning semua dan sudah ditepungin". Mereka memperbaiki itu semua dengan saus dan mashed potato, jadi kalau hanya makan ayam itu memang terasa asin. "Karena stok ayamnya juga dibatasi, kita masak untuk 20, mereka hanya menyediakan ekstra 2 sampai 3. Jadi kita gabisa ambil bahan dengan sesuka hati," ujar Nadya. La Ode sampai kebingungan ingin membacakan atau tidak pertanyaan dari penonton live chat karena dominan dengan komentar pedas.
Perasaan La Ode dan Bryan ketika melihat timnya melakukan pressure test memasak berada di bawah yaitu sangat senang. Karena mereka berdua dalam posisi aman dan tidak melakukan pressure test serta tidak memikirkan akan tereliminasi. Namun Bryan merasa empati ketika melihat Nadya, Thea dan Jesselyn merasa sangat panik ketika waktu berjalan. Mereka bertiga hanya mendapat alat tumbukan untuk memasak, dan semua alat memasak pun terbatas serta mencuci semuanya sendiri.
Lihat Juga :