Serunya Literasi Digital di Akhir Pekan bersama Aulion dan Afgan
Selasa, 27 Juli 2021 - 13:14 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan saat kita ingin membuat konten video, di antaranya visualisasi, antimainstream, relatable, dan penggunakan teks yang menarik. Selain itu hal terpenting lainnya saat kita membuat video adalah dengan mempublikasikannya.
“Hal ini penting karena dengan kita mempublikasikan video kita maka kita akan mendapatkan feedback, kritik dan saran dari orang lain sehingga konten kita ke depannya dapat lebih baik lagi. Selain itu, dengan kita mempublikasikan video kita maka memungkinkan untuk kita menjadi sumber inspirasi orang lain,“ katanya.
Dia menekan bahwa menginspirasi satu orang jauh lebih baik daripada nggak sama sekali. Tidak hanya kreatif dalam membuat video, saat Aulion memaparkan materinya, ia menampilkan presentasi materi yang diproduksinya hanya dengan fitur instagram story. Hal ini tentunya sangat inspiratif bagi para peserta karena ternyata kreativitas bisa kita ciptakan melalui media apapun.
Selain program Gali Ilmu yang menghadirkan Aulion, program Nge-Zoom Bareng Public Figure juga menghadirkan tokoh yang tidak kalah menarik lainnya, yaitu Afgan. Afgan hadir menjadi narasumber untuk memberikan kisahnya sebagai musisi ternama di Indonesia, ada pun tema yang diangkat pada sesi ini adalah ‘Kreasi Musisi di Era Digital’.
![Serunya Literasi Digital di Akhir Pekan bersama Aulion dan Afgan]()
Tema ini diangkat untuk memberikan inspirasi kreatif kepada masyarakat melalui kesuksesan Afgan bertahan menjadi musisi papan atas di tengah transformasi zaman yang semakin digital dan keterbatasan-keterbatasan akan pandemi Covid-19. “Kita tahu bahwa transformasi zaman telah membawa banyak perubahan bagi industri musik saat ini apalagi dengan kondisi pandemi ini industri musik diharuskan untuk mampu beradaptasi secara digital,” kata Afgan.
Berbicara mengenai digitalisasi, menurut Afgan teknologi digital telah memberikan manfaat dalam menunjang kreasi musisi/seniman. Dia mengungkapkan bahwa keberadaan media sosial telah memudahkan musisi untuk memasarkan produk ciptaannya sehingga dapat sampai kepada masyarakat dengan lebih mudah melalui konten-konten yang kreatif.
“Hal ini penting karena dengan kita mempublikasikan video kita maka kita akan mendapatkan feedback, kritik dan saran dari orang lain sehingga konten kita ke depannya dapat lebih baik lagi. Selain itu, dengan kita mempublikasikan video kita maka memungkinkan untuk kita menjadi sumber inspirasi orang lain,“ katanya.
Dia menekan bahwa menginspirasi satu orang jauh lebih baik daripada nggak sama sekali. Tidak hanya kreatif dalam membuat video, saat Aulion memaparkan materinya, ia menampilkan presentasi materi yang diproduksinya hanya dengan fitur instagram story. Hal ini tentunya sangat inspiratif bagi para peserta karena ternyata kreativitas bisa kita ciptakan melalui media apapun.
Selain program Gali Ilmu yang menghadirkan Aulion, program Nge-Zoom Bareng Public Figure juga menghadirkan tokoh yang tidak kalah menarik lainnya, yaitu Afgan. Afgan hadir menjadi narasumber untuk memberikan kisahnya sebagai musisi ternama di Indonesia, ada pun tema yang diangkat pada sesi ini adalah ‘Kreasi Musisi di Era Digital’.

Tema ini diangkat untuk memberikan inspirasi kreatif kepada masyarakat melalui kesuksesan Afgan bertahan menjadi musisi papan atas di tengah transformasi zaman yang semakin digital dan keterbatasan-keterbatasan akan pandemi Covid-19. “Kita tahu bahwa transformasi zaman telah membawa banyak perubahan bagi industri musik saat ini apalagi dengan kondisi pandemi ini industri musik diharuskan untuk mampu beradaptasi secara digital,” kata Afgan.
Berbicara mengenai digitalisasi, menurut Afgan teknologi digital telah memberikan manfaat dalam menunjang kreasi musisi/seniman. Dia mengungkapkan bahwa keberadaan media sosial telah memudahkan musisi untuk memasarkan produk ciptaannya sehingga dapat sampai kepada masyarakat dengan lebih mudah melalui konten-konten yang kreatif.
Lihat Juga :