Kasus Kematian Covid-19 Meningkat, Menkes Jelaskan Penyebabnya

Senin, 02 Agustus 2021 - 20:44 WIB
loading...
Kasus Kematian Covid-19...
Kasus Kematian Covid-19 Meningkat, Menkes Jelaskan Penyebabnya. Foto/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Kasus kematian Covid-19 di Indonesia terus alami peningkatan. Terkait hal tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan penjelasan.

Menurut Budi, penyebab utama tingginya angka kematian akibat Covid-19 disebabkan oleh terlambatnya pasien untuk ditangani di rumah sakit. Ia pun menjelaskan secara detail mengenai apa yang sebenarnya terjadi di rumah sakit.

“Penyebab utamanya adalah terlambat tertangani di rumah sakit. Yang wafat di rumah sakit tuh menjadi lebih cepat. Biasanya rata-ratanya itu 8 hari, sekarang menjadi 3-4 hari sudah wafat," jelas Budi saat jumpa pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekertariat Presiden, Senin (2/8),

"Dulu kebanyakan pasien yang wafat berada di ICU, sementara di IGD sekira 1-2%. Sekarang di IGD hampir 20%, dan ada pula yang masuk ke IGD sudah wafat (Death on Arrival), itu lebih tinggi lagi,” sambungnya.

Ia melihat tingginya angka kematian akibat Covid-19 ini juga disebabkan oleh pengetahuan masyarakat yang masih kurang. Terlebih dalam mengambil tindakan saat pemeriksaan saturasi oksigen yang bisa dilakukan mandiri di rumah.

Baca Juga : Varian Delta Menular Seperti Cacar Air, Waspada!

“Fakta berikutnya adalah saat orang masuk rumah sakit, dulu awalnya saturasinya masih 94-93%, tapi sekarang masuk rumah sakit sudah 70% saturasinya. Saturasi 80% saja itu sudah telat sekali, artinya virus sudah menyebar ke dalam paru dan membuat sesak," jelas Budi.

"Jadi ini hal yang terjadi karena edukasi masyarakat dan takut saat terkena Covid-19 serta menganggapnya sebagai aib,” tambahnya.

Budi menilai dari segi fatality, Covid-19 nyatanya lebih rendah ketimbang TBC dan HIV, Aids. Karenanya, jika cepat dirawat, pasien akan bisa sembuh. Sehingga masyarakat jangan khawatir dan malu apabila terinfeksi Covid-19. Alasan selanjutnya adalah masyarakat kurang paham, mereka hanya tahu bahwa saturasi oksigen harus dijaga di atas 94%.

“Selama saturasi oksigen di atas 94% maka bisa dirawat di rumah dan bisa sembuh. Tapi ketika saturasi di bawah 90%, jangan menunggu laman dan langsung ke puskesmas, ke dokter, atau ke tempat isolasi terpusat, supaya ada perawat yang menjaga. Jangan dibiarkan di rumah, karena bisa membuat pasien menjadi wafat,” ungkap Budi.

Lebih lanjut, Budi mengingatkan masyarakat, agar jangan sampai menunggu kadar saturasi oksigen di angka 80% karena sudah terlambat sekali untuk mendapatkan pertolongan.

Baca Juga : Banyak Nakes Meninggal karena Covid-19, Menkes Tegaskan Vaksin Booster Hanya untuk Nakes!

“Untuk performa terapi dan layanan di rumah sakit, sudah baik dan tidak ada masalah. Yang masalah adalah yang masuk ke IGD karena terlambat,” tandasnya.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Menkes Ingatkan Bahaya...
Menkes Ingatkan Bahaya Cara Masak Daging Kambing yang Salah saat Iduladha
Daging Kambing Dituding...
Daging Kambing Dituding Picu Kolesterol dan Hipertensi, Ini Kata Menkes
Menkes Rombak Jam Kerja...
Menkes Rombak Jam Kerja Dokter Internship usai 4 Dokter Meninggal, Maksimal 40 Jam per Minggu
Waspada Virus Hanta,...
Waspada Virus Hanta, Menkes Budi Minta Screening ke WHO, Siapkan Rapid Test dan PCR
Menkes Ungkap Cara Membaca...
Menkes Ungkap Cara Membaca Label Nutri-Level pada Minuman
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Menkes Siap Dukung 4...
Menkes Siap Dukung 4 Langkah BGN untuk MBG
Rekomendasi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Jepang Pesta Gol, Tunisia...
Jepang Pesta Gol, Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Audisi DMD Panggung...
Audisi DMD Panggung Rezeki MNCTV di Mojokerto Diserbu Peserta dari Berbagai Daerah
Sarwendah Bantah Rugi...
Sarwendah Bantah Rugi Rp20 Miliar, Sebut Masih Banyak Brand yang Bekerja Sama
Sarwendah Akhirnya Buka...
Sarwendah Akhirnya Buka Suara, Tegas Bantah Halangi Ruben Onsu Bertemu Anak
Kekasih Sarwendah Jadi...
Kekasih Sarwendah Jadi Sorotan, Giorgio Antonio Diduga Kenakan Jam Tangan Palsu Audemars Piguet
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved