Long Covid-19 pada Anak Bisa Berdampak Serius, Kenali Gejalanya!
Rabu, 11 Agustus 2021 - 11:45 WIB
loading...
A
A
A
Contohnya seperti yang dialami Eagle Scout, pelajar sekaligus pemain tenis berbakat yang sehari-hari sangat bersemangat sekolah dan belajar, bahkan mengambil mata pelajaran bahasa asing Prancis dan Arab. Namun kini, paska terinfeksi Covid-19, dirinya jadi mudah merasa lelah, cepat pusing, bahkan harus duduk agar tidak pingsan saat mandi.
Ketika kembali bersekolah, Eagle mengalami brain fog atau kabut otak yang menyebabkan dirinya seperti melihat angka-angka mengambang saat pelajaran matematika, lupa menyerahkan tugas, sampai tertukar menuliskan bahasa Prancis dalam tugas bahasa Inggris. Hal itu membuat Eagle cemas, apakah ia bisa kembali menjadi pelajar yang pintar seperti sebelumnya atau tidak.
Senada dengan pengalaman Eagle, Dr. Molly Wilson-Murphy, Spesialis Penyakit Saraf Boston Children’s Hospital menyebutkan, ia sendiri banyak mendapati kasus serupa.
“Kami melihat pasien kelelahan, sakit kepala, kabut otak, kesulitan memori dan konsentrasi, gangguan tidur, serta mengalami perubahan bau dan rasa yang berkelanjutan. Anak-anak yang positif Covid dan tidak dirawat di rumah sakit, pulih di rumah, lalu mereka memiliki gejala yang tidak pernah hilang. Bisa juga anak-anak tampak sudah benar-benar lebih baik dan kemudian beberapa minggu atau sebulan lebih setelahnya, mereka mengalami gejala Long Covid ,” beber Dr. Molly.
Soal pengobatan, Dr. Amanda Morrow dari Kennedy Krieger Institute mengatakan, tidak ada pengobatan magic yang instan untuk menangani Long Covid. Tapi, mendapatkan penanganan lebih awal berpeluang membantu pemulihan Long Covid.
Ketika kembali bersekolah, Eagle mengalami brain fog atau kabut otak yang menyebabkan dirinya seperti melihat angka-angka mengambang saat pelajaran matematika, lupa menyerahkan tugas, sampai tertukar menuliskan bahasa Prancis dalam tugas bahasa Inggris. Hal itu membuat Eagle cemas, apakah ia bisa kembali menjadi pelajar yang pintar seperti sebelumnya atau tidak.
Senada dengan pengalaman Eagle, Dr. Molly Wilson-Murphy, Spesialis Penyakit Saraf Boston Children’s Hospital menyebutkan, ia sendiri banyak mendapati kasus serupa.
“Kami melihat pasien kelelahan, sakit kepala, kabut otak, kesulitan memori dan konsentrasi, gangguan tidur, serta mengalami perubahan bau dan rasa yang berkelanjutan. Anak-anak yang positif Covid dan tidak dirawat di rumah sakit, pulih di rumah, lalu mereka memiliki gejala yang tidak pernah hilang. Bisa juga anak-anak tampak sudah benar-benar lebih baik dan kemudian beberapa minggu atau sebulan lebih setelahnya, mereka mengalami gejala Long Covid ,” beber Dr. Molly.
Soal pengobatan, Dr. Amanda Morrow dari Kennedy Krieger Institute mengatakan, tidak ada pengobatan magic yang instan untuk menangani Long Covid. Tapi, mendapatkan penanganan lebih awal berpeluang membantu pemulihan Long Covid.
Lihat Juga :