Ibu Penderita Diabetes Berisiko Punya Anak dengan Masalah Mata
Minggu, 22 Agustus 2021 - 06:30 WIB
loading...
Ibu Penderita Diabetes Berisiko Punya Anak dengan Masalah Mata. Foto/Health Shots.
A
A
A
JAKARTA - Ibu yang menderita diabetes sebelum atau selama kehamilan lebih mungkin memiliki anak yang terus mengalami masalah mata . Temuan ini berdasarkan studi baru yang dipublikasikan di Diabetologia (jurnal Asosiasi Eropa untuk Studi Diabetes).
Penelitian ini dilakukan oleh Dr. Jiangbo Du, State Key Laboratory of Reproductive Medicine, Nanjing Medical University, Nanjing, China, dan Dr. Jiong Li, Aarhus University, Aarhus, Denmark, dan rekan-rekannya. Ini menganalisis hubungan antara diabetes ibu sebelum atau selama kehamilan dan risiko refraktif tinggi (RE), kondisi di mana ada kegagalan mata untuk memfokuskan gambar dengan benar pada retina.
Dilansir dari Health Shots, Minggu (22/8) RE adalah salah satu bentuk gangguan penglihatan yang paling umum dan mencakup rabun jauh dan pendek serta astigmatisme.
Kondisi ini adalah bentuk kecacatan paling umum kedua secara global, dan sementara RE derajat rendah dapat dikoreksi secara optik menggunakan kacamata atau lensa kontak, RE derajat tinggi yang lebih serius dapat berkembang menjadi gangguan penglihatan yang parah dan ireversibel yang dapat mengurangi kualitas kehidupan penglihatan seseorang.
Dalam beberapa dekade terakhir telah terjadi peningkatan pesat dalam prevalensi RE, menunjukkan bahwa faktor non-genetik memainkan peran penting dalam perkembangannya.
Penelitian ini dilakukan oleh Dr. Jiangbo Du, State Key Laboratory of Reproductive Medicine, Nanjing Medical University, Nanjing, China, dan Dr. Jiong Li, Aarhus University, Aarhus, Denmark, dan rekan-rekannya. Ini menganalisis hubungan antara diabetes ibu sebelum atau selama kehamilan dan risiko refraktif tinggi (RE), kondisi di mana ada kegagalan mata untuk memfokuskan gambar dengan benar pada retina.
Dilansir dari Health Shots, Minggu (22/8) RE adalah salah satu bentuk gangguan penglihatan yang paling umum dan mencakup rabun jauh dan pendek serta astigmatisme.
Kondisi ini adalah bentuk kecacatan paling umum kedua secara global, dan sementara RE derajat rendah dapat dikoreksi secara optik menggunakan kacamata atau lensa kontak, RE derajat tinggi yang lebih serius dapat berkembang menjadi gangguan penglihatan yang parah dan ireversibel yang dapat mengurangi kualitas kehidupan penglihatan seseorang.
Dalam beberapa dekade terakhir telah terjadi peningkatan pesat dalam prevalensi RE, menunjukkan bahwa faktor non-genetik memainkan peran penting dalam perkembangannya.
Lihat Juga :