Komorbid Penyakit Penyerta yang Tingkatkan Risiko Kemantian Covid-19, Ini Daftarnya!

Senin, 23 Agustus 2021 - 20:09 WIB
loading...
Komorbid Penyakit Penyerta...
Komorbid Penyakit Penyerta yang Tingkatkan Risiko Kemantian Covid-19, Ini Daftarnya! Foto/Times of India.
A A A
JAKARTA - Komorbid atau penyakit penyerta pada pasien Covid-19 bisa meningkatkan risiko kematian. Orang dewasa dari segala usia dengan komorbid lebih mungkin sakit parah akibat Covid-19 .

Penyakit parah berarti seseorang dengan Covid-19 memerlukan rawat inap , perawatan intensif, ventilator untuk membantu mereka bernafas atau bahkan meninggal dunia.

Lalu apa saja komorbid yang bisa meningkatkan risiko kematian pasien Covid-19? Berikut ulasannya dilansir dari CDC, Senin (23/8).

Baca Juga : Wamenparekraf Angela Vaksin Dosis Kedua di Sentra Vaksinasi MNC

1. Kanker

Mengidap kanker dapat membuat Anda lebih mungkin sakit parah akibat Covid-19. Perawatan untuk berbagai jenis kanker dapat melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit. Saat ini, berdasarkan studi yang tersedia, memiliki riwayat kanker dapat meningkatkan risiko Anda.

2. Penyakit ginjal kronis

Memiliki penyakit ginjal kronis pada tahap apapun dapat membuat Anda lebih mungkin sakit parah akibat Covid-19.

3. Penyakit paru-paru

Penyakit paru-paru kronis dapat membuat Anda lebih mungkin sakit parah akibat Covid-19. Adapun penyakit ini termasuk asma sedang hingga berat, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) termasuk emfisema dan bronkitis kronis.

Memiliki jaringan paru-paru yang rusak atau terluka seperti penyakit paru interstisial (termasuk fibrosis paru idiopatik), fbrosis kistik, dengan atau tanpa transplantasi paru atau organ padat lainnya, hipertensi pulmonal (tekanan darah tinggi di paru-paru).

4. Demensia atau kondisi neurologis lainnya

Memiliki kondisi neurologis, seperti demensia , dapat membuat Anda lebih mungkin sakit parah akibat Covid-19.

5. Diabetes

Mengidap diabetes tipe 1 atau tipe 2 dapat membuat Anda lebih mungkin sakit parah akibat Covid-19.

Baca Juga : Seks Aman dan Menyenangkan untuk Perempuan Manopause, Ini Tipsnya

6. Kondisi jantung

Mengidap kondisi jantung seperti gagal jantung, penyakit arteri koroner, kardiomiopati, dan kemungkinan tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat membuat Anda lebih mungkin sakit parah akibat Covid-19.

7. HIV

HIV (Human Immunodeficiency Virus) dapat membuat Anda lebih mungkin untuk sakit parah akibat Covid-19.

8. Kegemukan atau obesitas

Kegemukan didefinisikan sebagai indeks massa tubuh (BMI) > 25 kg/m 2 tapi < 30 kg/m 2. Obesitas merupakan BMI 30 kg/m 2 tapi < 40 kg/m 2, atau obesitas berat yakni BMI dari 40 kg/m 2, dapat membuat Anda lebih mungkin sakit parah akibat Covid-19. Risiko penyakit Covid-19 yang parah meningkat tajam dengan peningkatan BMI.

9. Stroke

Memiliki penyakit serebrovaskular, seperti stroke , dapat membuat Anda lebih mungkin sakit parah akibat Covid-19.

10. Merokok

Menjadi perokok atau mantan perokok dapat membuat Anda lebih mungkin sakit parah akibat Covid-19. Jika saat ini Anda merokok, berhentilah. Jika Anda dulu merokok, jangan mulai lagi. Jika Anda belum pernah merokok , jangan mulai.

Baca Juga : Obat Ini Ampuh Atasi Badai Sitokin seperti Dialami Deddy Corbuzier
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui
Jerinx SID Unggah Foto...
Jerinx SID Unggah Foto Pakai Baju Bali Tolak Rapid, Sentil Soal Konspirasi Covid 19 di Epstein Files
Jerinx SID Sebut Dulu...
Jerinx SID Sebut Dulu Omongannya Soal Hubungan Covid-19 dan Epstein Files Dianggap Halu
Ariana Grande Positif...
Ariana Grande Positif Covid Kedua Kalinya di Tengah Promosi Film Wicked: For Good
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Awas Komorbid Kambuh!...
Awas Komorbid Kambuh! PPIH Minta Jemaah Haji Disiplin Minum Obat
Rekomendasi
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Berita Terkini
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Dituding Bergantung...
Dituding Bergantung pada Lesti Kejora, Rizky Billar Beberkan Rumah Cash dan Aset Miliknya
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Minta Tunda Pemeriksaan hingga 29 Juni 2026
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
Sudah Diet Tapi Berat...
Sudah Diet Tapi Berat Badan Kembali Naik? Ini Penjelasan Dokter
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved