Vaksin Sinovac 98% Cegah Kematian, Perlukah Suntikan Booster?
Rabu, 08 September 2021 - 01:33 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi, efektivitas vaksin ini yang lebih penting. Apakah memang vaksin ini memberi manfaat baik untuk penerimanya atau tidak, ya, berdasar data perbandingan antara penerima dengan yang tidak disuntik vaksin," paparnya dalam webinar daring, Selasa (7/9/2021).
Salah satu data acuan yang bisa dipakai juga adalah angka kematian paska-vaksinasi.
"Ya, penerima vaksin masih bisa tetap terpapar dan meninggal dunia karena perlindungan vaksin tidak 100% dan itu kenapa protokol kesehatan harus tetap dijalankan meski sudah divaksin," tegasnya.
Menurut data yang dipaparkan Prof. Soedjatmiko, sejak Maret hingga Juni 2021, diketahui bahwa 91 ribu orang menerima vaksin Sinovac dan dari jumlah tersebut, yang meninggal dunia hanya 2%.
"Artinya 98% orang yang mendapat suntikan vaksin Sinovac terlindungi dari kematian akibat Covid-19. Lalu, 96% orang yang menerima vaksin Sinovac juga tidak sampai dirawat di rumah sakit," jelas Prof. Soedjatmiko.
Salah satu data acuan yang bisa dipakai juga adalah angka kematian paska-vaksinasi.
"Ya, penerima vaksin masih bisa tetap terpapar dan meninggal dunia karena perlindungan vaksin tidak 100% dan itu kenapa protokol kesehatan harus tetap dijalankan meski sudah divaksin," tegasnya.
Menurut data yang dipaparkan Prof. Soedjatmiko, sejak Maret hingga Juni 2021, diketahui bahwa 91 ribu orang menerima vaksin Sinovac dan dari jumlah tersebut, yang meninggal dunia hanya 2%.
"Artinya 98% orang yang mendapat suntikan vaksin Sinovac terlindungi dari kematian akibat Covid-19. Lalu, 96% orang yang menerima vaksin Sinovac juga tidak sampai dirawat di rumah sakit," jelas Prof. Soedjatmiko.
Lihat Juga :