Vaksin Sinovac 98% Cegah Kematian, Perlukah Suntikan Booster?
Rabu, 08 September 2021 - 01:33 WIB
loading...
Vaksin Sinovac memiliki kekuatan antibodi yang melemah sejak enam bulan paska-suntikan dosis kedua. Foto Ilustrasi/SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Vaksin dosis ketiga atau booster menjadi pembahasan yang cukup ramai. Terlebih untuk penerima vaksin Sinovac yang katanya kekuatan antibodi akan mulai melemah sejak enam bulan paska-suntikan dosis kedua.
Secara ilmiah informasi mengenai kendurnya kekuatan vaksin Sinovac setelah enam bulan paska-suntikan dosis kedua masih lemah di mata peneliti. Terlebih Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih merekomendasikan vaksin buatan Tiongkok tersebut karena efikasinya yang baik.
Baca Juga: Vaksin Satu Dosis Efikasinya untuk Lawan Covid-19 66,1% hingga 90,1%
Namun, menjadi pertanyaan sekarang, apakah memang penerima vaksin Sinovac benar-benar membutuhkan booster?
Anggota ITAGI Prof. Soedjatmiko menerangkan bahwa untuk menilai apakah suatu vaksin efektif atau tidak terhadap varian virus, maka yang menjadi acuan bukan mengukur antibodi yang dihasilkan tubuh paska menerima suntikan vaksin, melainkan mengukur efektivitas dari vaksin itu sendiri.
Secara ilmiah informasi mengenai kendurnya kekuatan vaksin Sinovac setelah enam bulan paska-suntikan dosis kedua masih lemah di mata peneliti. Terlebih Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih merekomendasikan vaksin buatan Tiongkok tersebut karena efikasinya yang baik.
Baca Juga: Vaksin Satu Dosis Efikasinya untuk Lawan Covid-19 66,1% hingga 90,1%
Namun, menjadi pertanyaan sekarang, apakah memang penerima vaksin Sinovac benar-benar membutuhkan booster?
Anggota ITAGI Prof. Soedjatmiko menerangkan bahwa untuk menilai apakah suatu vaksin efektif atau tidak terhadap varian virus, maka yang menjadi acuan bukan mengukur antibodi yang dihasilkan tubuh paska menerima suntikan vaksin, melainkan mengukur efektivitas dari vaksin itu sendiri.
Lihat Juga :