Obat Vertigo yang Bisa Dibeli di Apotek, Apa Saja? Ini Daftarnya
Senin, 13 September 2021 - 11:25 WIB
loading...
A
A
A
Mertigo mengandung zat aktif betahistine mesylate yang digunakan untuk terapi vertigo perifer. Yakni suatu kondisi dimana seseorang merasa pusing berputar-putar yang berhubungan dengan gangguan keseimbangan yang terjadi pada gangguan sirkulasi darah atau penyakit meniere.
Dosis yang bisa Anda gunakan adalah tiga kali sehari setelah makan. Penggunaan obat ini perlu perhatian khusus jika diberikan pada penderita gastric ulcer, active digestive ulcer, rasher, dan asma bronkial.
Baca Juga: Gejala Diabetes Tipe 2, Tanda Gula Darah Tinggi di Kulit
Sibelium Tablet 10 mg
Obat vertigo ini mengandung 10 mg flunarizine yang dapat digunakan untuk pencegahan vertigo, migrain, dan gangguan vestibular. Sibelium juga kerap digunakan untuk mengatasi tinitus, gangguan tidur, serta iritabilitas, kram otot, ekstremitas dingin dan gangguan tropik.
Bagi penderita vertigo dapat mengonsumsi 5-10 mg per hari sebelum tidur sebagai bentuk pencegahan. Anda bisa mengonsumsi obat ini baik sebelum atau sesudah makan.
Tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan menyusui, penderita penyumbatan saluran cerna atau kemih, dan penderita porfiria akut atau kelainan genetik akibat pembentukan heme yang tidak sempurna.
Dosis yang bisa Anda gunakan adalah tiga kali sehari setelah makan. Penggunaan obat ini perlu perhatian khusus jika diberikan pada penderita gastric ulcer, active digestive ulcer, rasher, dan asma bronkial.
Baca Juga: Gejala Diabetes Tipe 2, Tanda Gula Darah Tinggi di Kulit
Sibelium Tablet 10 mg
Obat vertigo ini mengandung 10 mg flunarizine yang dapat digunakan untuk pencegahan vertigo, migrain, dan gangguan vestibular. Sibelium juga kerap digunakan untuk mengatasi tinitus, gangguan tidur, serta iritabilitas, kram otot, ekstremitas dingin dan gangguan tropik.
Bagi penderita vertigo dapat mengonsumsi 5-10 mg per hari sebelum tidur sebagai bentuk pencegahan. Anda bisa mengonsumsi obat ini baik sebelum atau sesudah makan.
Tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan menyusui, penderita penyumbatan saluran cerna atau kemih, dan penderita porfiria akut atau kelainan genetik akibat pembentukan heme yang tidak sempurna.
(dra)
Lihat Juga :