Profil Adi Utarini, Peneliti Indonesia Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Dunia 2021
Kamis, 16 September 2021 - 21:09 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai peneliti, Adi Utarini diketahui bekerja sama dengan tim peneliti internasional dari World Mosquito Program untuk mengendalikan ancaman demam berdarah dengan menginokulasi nyamuk bersama Wolbachia, bakteri yang tidak berbahaya bagi manusia tetapi bisa mencegah nyamuk menularkan demam berdarah melalui gigitannya.
Sebuah studi terobosan yang Adi bantu pimpin ini disebut sebagai yang pertama membuktikan bahwa teknik itu berhasil menurunkan tingkat penyakit demam berdarah di lingkungan masyarakat.
Bergelar lengkap Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D, Adi adalah profesor Health Policy and Management di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, seperti dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada. Adi merupakan lulusan Fakultas Kedokteran UGM tahun 1989.
Ia kemudian mengambil gelar master di bidang Kesehatan Ibu dan Anak di University of College London pada 1994, Master of Public Health pada 1998, dan Doktor Filsafat dari Umea University Swedia pada 2002. Pada 2011 Adi dianugerahi gelar profesor di bidang Kesehatan Masyarakat dan kini menjabat Guru Besar FK-KMK UGM.
Pada bidang mutu pelayanan kesehatan, Prof. Adi diketahui memimpin divisi mutu di Ikatan Rumah Sakit Indonesia, anggota Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, hingga anggota Komisi Obat dan Teknologi Dewan Riset Nasional sejak 2015 hingga sekarang.
Sebuah studi terobosan yang Adi bantu pimpin ini disebut sebagai yang pertama membuktikan bahwa teknik itu berhasil menurunkan tingkat penyakit demam berdarah di lingkungan masyarakat.
Bergelar lengkap Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D, Adi adalah profesor Health Policy and Management di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, seperti dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada. Adi merupakan lulusan Fakultas Kedokteran UGM tahun 1989.
Ia kemudian mengambil gelar master di bidang Kesehatan Ibu dan Anak di University of College London pada 1994, Master of Public Health pada 1998, dan Doktor Filsafat dari Umea University Swedia pada 2002. Pada 2011 Adi dianugerahi gelar profesor di bidang Kesehatan Masyarakat dan kini menjabat Guru Besar FK-KMK UGM.
Pada bidang mutu pelayanan kesehatan, Prof. Adi diketahui memimpin divisi mutu di Ikatan Rumah Sakit Indonesia, anggota Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, hingga anggota Komisi Obat dan Teknologi Dewan Riset Nasional sejak 2015 hingga sekarang.
Lihat Juga :