Profil Adi Utarini, Peneliti Indonesia Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Dunia 2021

loading...
Profil Adi Utarini, Peneliti Indonesia Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh Dunia 2021
Adi Utarini, peneliti perempuan Indonesia, masuk dalam daftar 100 sosok paling berpengaruh di dunia tahun 2021. Foto/IG @adiutarinimusik
JAKARTA - Adi Utarini , peneliti perempuan Indonesia, masuk dalam daftar 100 sosok paling berpengaruh di dunia tahun 2021 versi majalah TIME.

Adi masuk dalam daftar 100 Most Influential People 2021 untuk kategori Pioneers. Sebagai salah satu dari 100 orang yang paling berpengaruh di dunia tahun ini, nama Adi sejajar dengan 14 nama besar dan terkenal lain.

Baca Juga: Makan Korban Seorang Bocah, Virus Nipah Patut Diwaspadai

Mengutip TIME pada Kamis (16/9/2021), sosok Adi Utarini begitu dipuji oleh Melinda French Gates yang bertemu dengannya saat berkunjung ke Yogyakarta beberapa tahun lalu. Adi dijabarkan oleh Melinda Gates sebagai peneliti ahli dalam hal memberantas penyakit demam berdarah, yang disebutkan WHO sebagai satu dari 10 ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat dunia.



Melinda menyebut, pertemuan dengan Adi membuatnya penasaran. Bagaimana Adi sebagai peneliti bisa sukses menyakinkan warga di sekitar lokasi laboratoriumnya untuk dapat melepaskan sekawanan nyamuk di lingkungan tersebut.

Sebagai peneliti, Adi Utarini diketahui bekerja sama dengan tim peneliti internasional dari World Mosquito Program untuk mengendalikan ancaman demam berdarah dengan menginokulasi nyamuk bersama Wolbachia, bakteri yang tidak berbahaya bagi manusia tetapi bisa mencegah nyamuk menularkan demam berdarah melalui gigitannya.

Sebuah studi terobosan yang Adi bantu pimpin ini disebut sebagai yang pertama membuktikan bahwa teknik itu berhasil menurunkan tingkat penyakit demam berdarah di lingkungan masyarakat.

Bergelar lengkap Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D, Adi adalah profesor Health Policy and Management di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, seperti dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada. Adi merupakan lulusan Fakultas Kedokteran UGM tahun 1989.

Ia kemudian mengambil gelar master di bidang Kesehatan Ibu dan Anak di University of College London pada 1994, Master of Public Health pada 1998, dan Doktor Filsafat dari Umea University Swedia pada 2002. Pada 2011 Adi dianugerahi gelar profesor di bidang Kesehatan Masyarakat dan kini menjabat Guru Besar FK-KMK UGM.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top