Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021, Jiwa yang Sehat Pengaruhi Kualitas Hidup
Rabu, 06 Oktober 2021 - 16:44 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Seorang Gadis Viral Keluarkan Batu dari Matanya, Begini Respons Dokter di India
"Gangguan jiwa timbul akibat faktor biologi, psikologi, dan sosial selama perkembangan. Gangguan jiwa dimulai pada usia muda sehingga mengakibatkan penurunan produktivitas, kehilangan kualitas hidup, dan pengobatan kronis," kata dr. Celestinus saat webinar Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021 di YouTube Kemenkes, Rabu (6/10/2021).
Dokter Celestinus mengatakan bahwa faktor-faktor tersebut memengaruhi baik secara genetik oleh karena masalah keluarga yang mempunyai kecenderungan untuk menurunkan penyakit tertentu. Masalah biologis mulai dari masa pertumbuhan, kehamilan, hingga tumbuh kembang setelah anak lahir mungkin mengalami gizi.
Baca juga: Kenapa Kebanyakan Kaum Hawa Memiliki Lipstik Lebih dari Satu? Ini Penjelasannya
"Hal ini mengakibatkan hambatan dalam perkembangan mental psikologisnya. Dalam hubungan dengan keluarga yang sejak dalam kandungan individu tersebut telah mengalami konflik dalam keluarga sehingga terjadi depresi prenatal dan menimbulkan masalah mental," jelas dia.
"Gangguan jiwa timbul akibat faktor biologi, psikologi, dan sosial selama perkembangan. Gangguan jiwa dimulai pada usia muda sehingga mengakibatkan penurunan produktivitas, kehilangan kualitas hidup, dan pengobatan kronis," kata dr. Celestinus saat webinar Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021 di YouTube Kemenkes, Rabu (6/10/2021).
Dokter Celestinus mengatakan bahwa faktor-faktor tersebut memengaruhi baik secara genetik oleh karena masalah keluarga yang mempunyai kecenderungan untuk menurunkan penyakit tertentu. Masalah biologis mulai dari masa pertumbuhan, kehamilan, hingga tumbuh kembang setelah anak lahir mungkin mengalami gizi.
Baca juga: Kenapa Kebanyakan Kaum Hawa Memiliki Lipstik Lebih dari Satu? Ini Penjelasannya
"Hal ini mengakibatkan hambatan dalam perkembangan mental psikologisnya. Dalam hubungan dengan keluarga yang sejak dalam kandungan individu tersebut telah mengalami konflik dalam keluarga sehingga terjadi depresi prenatal dan menimbulkan masalah mental," jelas dia.
(nug)
Lihat Juga :