Sambut World Food Day, Masyarakat Ikut Wujudkan Pangan Masa Depan yang Lebih Sehat dan Berkelanjutan
Kamis, 14 Oktober 2021 - 21:21 WIB
loading...
Direktur Foods & Refreshements PT Unilever Indonesia, Tbk Hernie Raharja memaparkan komitmen perusahaannya untuk wujudkan pangan masa depan yang sehat dan berkelanjutan. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - World Food Day akan diperingati setiap tanggal 16 Oktober sebagai gerakan global untuk membebaskan manusia dari kelaparan dan kekurangan gizi, serta secara efektif mengelola sistem pangan. Hal ini menjadi sangat penting karena nyatanya, isu nutrisi dan ketahanan pangan masih menjadi masalah besar di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.
Hernie Raharja, Direktur Foods & Refreshements PT Unilever Indonesia, Tbk mengungkapkan, Food Sustainability Index 2020 menempatkan Indonesia pada peringkat 60 dari 67 negara berdasarkan tiga indikator. Yaitu tantangan di bidang pemenuhan gizi, tantangan penerapan pertanian berkelanjutan, dan tantangan limbah makanan.
Saat ini 1 dari 3 anak Indonesia juga menderita stunting, 1 dari 3 orang dewasa mengalami obesitas, dan 40% masyarakat mengalami kekurangan zat gizi mikro. Sementara dari sisi sistem pangan, terdapat banyak tantangan untuk menerapkan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Seperti menyusutnya lahan berkualitas akibat praktik pertanian yang tidak bertanggung jawab, masih rendahnya pengetahuan dan pemanfaatan teknologi pertanian berkelanjutan, dan kurangnya regenerasi petani.
Baca Juga: Gangguan Saluran Cerna Tanda Gejala Alergi pada Anak, Deteksi agar si Kecil Tumbuh Optimal
"Ditambah lagi, Indonesia tercatat sebagai negara penghasil limbah makanan terbesar nomor 2 di dunia, dengan jumlah 23-48 juta ton per tahun," kata Hernie dalam wawancara virtual, Kamis (14/10/2021).
Hernie Raharja, Direktur Foods & Refreshements PT Unilever Indonesia, Tbk mengungkapkan, Food Sustainability Index 2020 menempatkan Indonesia pada peringkat 60 dari 67 negara berdasarkan tiga indikator. Yaitu tantangan di bidang pemenuhan gizi, tantangan penerapan pertanian berkelanjutan, dan tantangan limbah makanan.
Saat ini 1 dari 3 anak Indonesia juga menderita stunting, 1 dari 3 orang dewasa mengalami obesitas, dan 40% masyarakat mengalami kekurangan zat gizi mikro. Sementara dari sisi sistem pangan, terdapat banyak tantangan untuk menerapkan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Seperti menyusutnya lahan berkualitas akibat praktik pertanian yang tidak bertanggung jawab, masih rendahnya pengetahuan dan pemanfaatan teknologi pertanian berkelanjutan, dan kurangnya regenerasi petani.
Baca Juga: Gangguan Saluran Cerna Tanda Gejala Alergi pada Anak, Deteksi agar si Kecil Tumbuh Optimal
"Ditambah lagi, Indonesia tercatat sebagai negara penghasil limbah makanan terbesar nomor 2 di dunia, dengan jumlah 23-48 juta ton per tahun," kata Hernie dalam wawancara virtual, Kamis (14/10/2021).
Lihat Juga :