Dampak Perubahan Gaya Hidup selama Pandemi terhadap Risiko Diabetes dan Prediabetes
Minggu, 14 November 2021 - 23:23 WIB
loading...
Hasil survei menunjukkan bahwa responden di Tanah Air telah menerapkan perubahan gaya hidup yang dapat mengurangi atau meningkatkan risiko diabetes. Foto Ilustrasi/Ist.
A
A
A
JAKARTA - Hasil survei Merck dan YouGov pada September 2021 yang melibatkan 8.000 orang dewasa di Indonesia, Brasil, Meksiko, Rusia, China, Vietnam, Portugal, dan Uni Emirat Arab menunjukkan bahwa responden di Tanah Air telah menerapkan perubahan gaya hidup yang dapat mengurangi atau bahkan meningkatkan risiko terhadap diabetes, disebabkan oleh semakin banyaknya waktu luang di rumah.
Banyak responden yang mengaku, melakukan perubahan yang lebih sehat, seperti 51% lebih banyak makan buah dan sayuran dan 40% semakin sering berolahraga selama pandemi COVID-19. Namun, tidak sedikit pula responden yang lebih sering mengonsumsi makanan tinggi lemak serta gula (13%), dan kian jarang berolahraga (19%).
Baca Juga: Berkaca dari Kasus Negara Tetangga, Menkes Ingatkan Masyarakat Tetap Waspadai Covid-19
Padahal, dari survei tersebut juga terungkap bahwa sebanyak 68% orang di Indonesia percaya perubahan gaya hidup dapat mengurangi risiko diabetes dan 73% menyadari bahwa asupan makanan tinggi gula memainkan peran utama dalam menyebabkan diabetes.
Selain perubahan gaya hidup, survei ini juga mengungkapkan bahwa kebanyakan orang (82% responden) di Indonesia tidak tahu harus bertanya kepada siapa atau mengakses sumber informasi yang dapat dipercaya tentang risiko diabetes.
Sementara itu, hasil survei juga menunjukkan 67% akan mencoba mengakses informasi terpercaya tentang faktor risiko diabetes di internet, di mana 31% di antaranya akan mengakses informasi melalui media sosial.
Banyak responden yang mengaku, melakukan perubahan yang lebih sehat, seperti 51% lebih banyak makan buah dan sayuran dan 40% semakin sering berolahraga selama pandemi COVID-19. Namun, tidak sedikit pula responden yang lebih sering mengonsumsi makanan tinggi lemak serta gula (13%), dan kian jarang berolahraga (19%).
Baca Juga: Berkaca dari Kasus Negara Tetangga, Menkes Ingatkan Masyarakat Tetap Waspadai Covid-19
Padahal, dari survei tersebut juga terungkap bahwa sebanyak 68% orang di Indonesia percaya perubahan gaya hidup dapat mengurangi risiko diabetes dan 73% menyadari bahwa asupan makanan tinggi gula memainkan peran utama dalam menyebabkan diabetes.
Selain perubahan gaya hidup, survei ini juga mengungkapkan bahwa kebanyakan orang (82% responden) di Indonesia tidak tahu harus bertanya kepada siapa atau mengakses sumber informasi yang dapat dipercaya tentang risiko diabetes.
Sementara itu, hasil survei juga menunjukkan 67% akan mencoba mengakses informasi terpercaya tentang faktor risiko diabetes di internet, di mana 31% di antaranya akan mengakses informasi melalui media sosial.
Lihat Juga :