Tak Kalah dengan Negara Tetangga, PT Morula Dorong Medical Tourism di Indonesia
Senin, 08 Juni 2020 - 19:46 WIB
loading...
Indonesia memiliki kualitas dan infrastruktur yang tidak kalah dengan negara lain untuk urusan pengobatan. Seperti di Morula Indonesia yang berhasil menjaga kualitas pelayanan selama 22 tahun. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dengan berbagai alasan, banyak masyarakat Indonesia memilih berobat ke luar negeri seperti ke Singapura, Malaysia, Thailand, hingga China. Bahkan sebuah studi menyebut bahwa setiap tahun diperkirakan Indonesia mengalami kerugian USD48 miliar karena pasien yang berobat ke mancanegara.
Di sisi lain, setiap tahun terdapat lebih dari 4.000 pasangan yang melakukan program teknologi reproduksi bantuan (TRB) di berbagai negara, antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, dan Australia. Selain itu, lebih dari Rp2,5 triliun devisa negara dibelanjakan setiap tahun untuk program TRB di luar negeri.
"Banyak medical tourism kita yang bocor ke Singapura, Malaysia, dan Thailand. Kita tahu Indonesia punya market luas, tapi nggak punya kesempatan edukasi gencar bagaimana pelayanan di Indonesia," kata dr. Ivan R. Sini, SpOG, President Director PT Morula Indonesia dalam acara bincang-bincang bertema "New Life Begins with Morula IVF", Senin (8/6). (Baca Juga: Wisata Sehat Ke Pulau Giliyang, Surga Tersembunyi di Sumenep Madura )
Untuk mengatasi fenomena ini, Morula IVF Indonesia telah bekerja sama dengan Indonesia Medical Tourism Board dan Wonderful Indonesia untuk melayani pasangan Indonesia yang mencari program TRB di luar negeri. Kerja sama ini mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Terbukti, selama masa pandemi COVID-19 saja, Morula mengalami peningkatan kunjungan yang signifikan.
"Indonesia Toursim Board dan Wonderful Idonesia bekerja sama dengan Morula Indonesia membantu pasangan yang memiliki keraguan untuk berobat (di Indonesia). Pasien di Jakarta akan difokuskan di Jakarta, di Kalimantan kita arahkan di pusat Kalimantan. Ini cara untuk mempercepat awareness masyarakat untuk berobat di Indonesia," ujar dr. Ivan.
Di sisi lain, setiap tahun terdapat lebih dari 4.000 pasangan yang melakukan program teknologi reproduksi bantuan (TRB) di berbagai negara, antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, dan Australia. Selain itu, lebih dari Rp2,5 triliun devisa negara dibelanjakan setiap tahun untuk program TRB di luar negeri.
"Banyak medical tourism kita yang bocor ke Singapura, Malaysia, dan Thailand. Kita tahu Indonesia punya market luas, tapi nggak punya kesempatan edukasi gencar bagaimana pelayanan di Indonesia," kata dr. Ivan R. Sini, SpOG, President Director PT Morula Indonesia dalam acara bincang-bincang bertema "New Life Begins with Morula IVF", Senin (8/6). (Baca Juga: Wisata Sehat Ke Pulau Giliyang, Surga Tersembunyi di Sumenep Madura )
Untuk mengatasi fenomena ini, Morula IVF Indonesia telah bekerja sama dengan Indonesia Medical Tourism Board dan Wonderful Indonesia untuk melayani pasangan Indonesia yang mencari program TRB di luar negeri. Kerja sama ini mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Terbukti, selama masa pandemi COVID-19 saja, Morula mengalami peningkatan kunjungan yang signifikan.
"Indonesia Toursim Board dan Wonderful Idonesia bekerja sama dengan Morula Indonesia membantu pasangan yang memiliki keraguan untuk berobat (di Indonesia). Pasien di Jakarta akan difokuskan di Jakarta, di Kalimantan kita arahkan di pusat Kalimantan. Ini cara untuk mempercepat awareness masyarakat untuk berobat di Indonesia," ujar dr. Ivan.
Lihat Juga :