Tak Kalah dengan Negara Tetangga, PT Morula Dorong Medical Tourism di Indonesia
Senin, 08 Juni 2020 - 19:46 WIB
loading...
A
A
A
"Peningkatan jumlah pasien yang biasa berobat ke luar negeri saat ini terjadi penurunan luar biasa. Tapi, di Morula terjadi peningkatan signifikan sekitar 20% dan bukan pasangan yang baru berobat. Ada yang berobat ke luar negeri dan biasanya nggak punya akses dan nggak tau pengobatan di Indonesia," sambungnya.
Pada dasarnya, Indonesia memiliki kualitas dan infrastruktur yang tidak kalah dengan negara lain untuk urusan pengobatan. Seperti di Morula Indonesia yang telah memasuki usia 22 tahun, berhasil menjaga kualitas pelayanannya.
Beragam inovasi dan teknologi pun terus dikembangkan Morula untuk memberikan kenyamanan serta kemudahan plus pelayanan terbaik untuk pasien. Adapun inovasi yang dihadirkan Morula Indonesia adalah Morula IVF Assistant (MIA), layanan contact center terintegrasi dan terluas di Indonesia dalam bidang TRB.
MIA dapat melayani berbagai pertanyaan pasien dan menjangkau seluruh klinik Morula IVF Indonesia.
"Kalau puya kompetitor Malaysia dan Singapura sebagai destinasi besar pasien di Indonesia, kita harus buktikan layanan lebih baik dari Malaysia dan Singapura. Kita juga punya pasien ekspatriat yang tinggal di Indonesia dan nggak ada komentar. Malah lebih nyaman dengan pelayanan di Indonesia. Ini contoh produk medis yang bisa dipakai di Indonesia," jelas dr. Ivan.
Pada dasarnya, Indonesia memiliki kualitas dan infrastruktur yang tidak kalah dengan negara lain untuk urusan pengobatan. Seperti di Morula Indonesia yang telah memasuki usia 22 tahun, berhasil menjaga kualitas pelayanannya.
Beragam inovasi dan teknologi pun terus dikembangkan Morula untuk memberikan kenyamanan serta kemudahan plus pelayanan terbaik untuk pasien. Adapun inovasi yang dihadirkan Morula Indonesia adalah Morula IVF Assistant (MIA), layanan contact center terintegrasi dan terluas di Indonesia dalam bidang TRB.
MIA dapat melayani berbagai pertanyaan pasien dan menjangkau seluruh klinik Morula IVF Indonesia.
"Kalau puya kompetitor Malaysia dan Singapura sebagai destinasi besar pasien di Indonesia, kita harus buktikan layanan lebih baik dari Malaysia dan Singapura. Kita juga punya pasien ekspatriat yang tinggal di Indonesia dan nggak ada komentar. Malah lebih nyaman dengan pelayanan di Indonesia. Ini contoh produk medis yang bisa dipakai di Indonesia," jelas dr. Ivan.
Lihat Juga :